Konvoi dan Corat-coret, Kelulusan akan Ditunda

99
BERI MOTIVASI - Bupati Batang Wihaji saat mengajar di SMPN 8 di Desa Kecepak Kecamatan Batang, Selasa (15/5/2018). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
BERI MOTIVASI - Bupati Batang Wihaji saat mengajar di SMPN 8 di Desa Kecepak Kecamatan Batang, Selasa (15/5/2018). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Batang yang merayakan kelulusan dengan konvoi dan corat-coret baju seragam, diancam akan ditunda kelulusan oleh Dinas Pendidikan setempat.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Ahmad Taufiq, saat mendampingi Bupati Batang Wihaji mengajar di SMPN 2 dan SMPN 8.

“Saya harap para siswa yang dinyatakan lulus, akan dipimpin oleh kepala sekolah untuk sujud syukur. Tak ada yang konvoi pakai motor ke jalan dan corat-coret baju apabila ada yang melanggar akan ditunda kelulusannya,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji saat mengajar mengatakan kepada siswa-siswi bahwa teknologi sangat luar biasa dapat mempengaruhi perilaku, jadi diminta untuk berhati-hati.

“Saya berharap bahwa perkembangan zaman dengan kemajuan teknologi informasi ini tidak melunturkan karakter sopan santun dan saling menghormati satu sama lain,” seru Wihaji.

Untuk itu, sangat penting adanya pendidikan karakter untuk diajarkan pada setiap Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Pemerintah Kabupaten Batang sudah memberikan surat edaran terkait Peraturan Bupati tentang Pendidikan Karakter, yang wajib diberikan oleh semua sekolah di Batang.

Selian itu, Wihaji mengajak siswa untuk menjauhi narkoba, karena narkoba dapat merusak otak dan generasi masa depan bangsa.

Pada kesempatan tersebut Bupati Batang juga memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa-siswi SMP.  Siswa yang menjawab benar mendapatkan buku tabungan Rp 500.000. Sebelumnya, siswa diberi pertanyaan tentang mata pelajaran dan berbagai kuis menarik lainnya. (svc/han/lis)