Dewan Minta Pemprov Kebut Perbaikan Infrastruktur

293
MUDIK:  Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhamad Ikwan saat menjadi pembicara dalam Dialog bersama Parlemen: Mudik, Jalan Layak & Lancar,  di Hotel Quest Semarang. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUDIK:  Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhamad Ikwan saat menjadi pembicara dalam Dialog bersama Parlemen: Mudik, Jalan Layak & Lancar,  di Hotel Quest Semarang. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov diminta untuk terus mengebut perbaikan sejumlah titik ruas jalan di sepanjang Jateng menjelang masa mudik Lebaran. Dengan begitu, para pengendara dapat melalui jalur mudik dan jalur alternatif tanpa kendala. Selain itu, sejumlah rambu jalan juga harus diperhatikan agar kondisi jalan di Jateng benar-benar siap untuk dilalui pemudik.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Moch Ikhwan mengatakan, dari pantuan yang dilakukan, sejumlah jalan provinsi masih banyak yang mengalami perbaikan. Sehingga hal itu bisa berpotensi menimbulkan kemacetan.  Padahal, sudah mendekati masa mudik Lebaran 2018. “Saya harap dinas teknis segera menyelesaikannya agar saat mudik nanti semua jalan bisa dilalui dengan lancar,”  katanya saat menjadi pembicara dalam Dialog bersama Parlemen; Mudik, Jalan Layak dan Lancar di Hotel Quest Semarang.

Ia mencontohkan perbaikan jalan juga terjadi di Jalur Daendles (jalur Purworejo-Gombong) sepanjang 39 km. Ia sangat menyayangkan kondisi jalan itu karena selama ini jalan tersebut tanpa status, sehingga tidak ada pihak yang bertanggungjawab terhadap perbaikan maupun pemeliharaannya. Padahal, jalur tersebut masih banyak dilalui para pengendara. “Itu menjadi masalah karena tidak ada yang memperhatikan, padahal lalulintasnya cukup ramai. Tolong (jalan) itu dipikirkan juga,” harapnya.

Selain itu, jalan tol, ada beberapa jalur yang sudah bisa dilalui. Namun, persoalan macet masih akan terjadi saat mudik Lebaran nanti. Hal itu mungkin bisa dilihat di Exit Tol Pemalang. “Di sana, nanti akan terjadi penumpukan karena kendaraan dari tol bertemu dengan kendaraan dari pantura,” ucapnya.

Tidak hanya jalan, perlintasan kereta api (KA) di beberapa wilayah juga diperhatikannya. Ia menilai sampai sekarang masih banyak perlintasan KA tanpa palang pintu sehingga sangat membahayakan pengendara. “Dishub harus fokus pada persoalan palang pintu KA. Karena, saat kami (Komisi D DPRD Jateng) melakukan monitoring, sudah ada 11 palang pintu KA yang dianggarkan untuk segera dibangun,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Hanung Triyono mengakui kondisi jalan di pantura saat ini masih ada pemeliharaan. Untuk masa mudik, ia menyarankan para pengendara untuk tetap memakai jalan existingatau  jalan lama, meski banyak perbaikan seperti pelebaran dan pembangunan jembatan. “Di jalur selatan, juga masih ada penambalan seperti di Jalan Daendles. Pada H-10 Lebaran. Kami akan mengebut pengerjaannya,” katanya.

Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata Semarang Joko Setiyowarno mengatakan, pintu tol Tegal-Pemalang kemungkinan sudah bisa dilalui saat mudik Lebaran tahun ini.  Kalau untuk arah selatan, Salatiga-Boyolali, masih belum bisa.  Ia berharap persoalan itu bisa disikapi agar semua pengendara tidak ke jalan tol saat mudik Lebaran. Tidak hanya pengendara bermobil, pemudik motor juga harus diarahkan. Salah satunya dengan moda transportasi laut yakni kapal, yang memiliki kapasitas besar. (adv/fth/zal)