Bank Bukopin Berhasil Tingkatkan Efisiensi

Biaya Operasional Turun 5 Persen

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Selama Januari sampai April 2018, Bank Bukopin berhasil menurunkan biaya operasional sebesar 5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017. Pada 2017, biaya operasional mencapai Rp 907 miliar dan berkurang menjadi Rp 859 miliar pada 2018 ini.

Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Bukopin Adhi Brahmantya menuturkan, perseroan telah melakukan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan efisiensi. Di antaranya melalui digitalisasi core banking system yang berdampak pada efisiensi proses bisnis produk. “Dengan penerapan digitalisasi core banking, telah terjadi migrasi transaksi dari outlet atau kantor ke electronic channel lainnya sebesar 30 persen,” ungkap Adhi.

Selain itu, melalui peluncuran produk digital Wokee, Bank Bukopin juga melakukan simplifikasi proses bisnis dan operasional. Di antaranya dengan efisiensi dalam pembukaan tabungan, transaksi tanpa buku dan kartu ATM atau cardless. Wokee merupakan produk perbankan tabungan digital Bank Bukopin. Layanan tersebut menyediakan sejumlah fitur berbasis digital, mulai dari pembukaan rekening hingga transaksi perbankan secara online.

Adhi melanjutkan, selain melakukan efisiensi, perseroan juga telah melakukan diversifikasi pendapatan secara bertahap melalui peningkatan fee based income. Upaya untuk memacu pendapatan non bunga dilakukan melalui peluncuran produk Flexy Bill, peningkatan volume bank garansi, transaksi public service, wealth management, serta program peningkatan usage kartu kredit.

Serangkaian langkah tersebut berdampak pada peningkatan fee based income perseroan sebesar 41 persen dari Rp 252 miliar per April 2017 menjadi Rp 354 miliar pada April 2018. “Sebagai dampak dari penurunan biaya operasional dan peningkatan fee based income, hingga April 2018 telah terjadi peningkatan laba sebelum CKPN perseroan sebesar 33 persen (year-on-year), yaitu dari Rp 268 miliar pada April 2017 menjadi Rp 355 miliar per April 2018,” jelas Adhi. (gie/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -