2020 Batang Miliki Pelabuhan Pengumpan 

285
PANTAU - Bupati Batang Wihaji bersama Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Batang Cpt. Hendrik Kurnia Adi dan Kepala Dinas Pelabuhan Batang Murdiono saat meninjau pelabuhan niaga Batang, Selasa (15/5/18). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PANTAU - Bupati Batang Wihaji bersama Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Batang Cpt. Hendrik Kurnia Adi dan Kepala Dinas Pelabuhan Batang Murdiono saat meninjau pelabuhan niaga Batang, Selasa (15/5/18). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten akan menjadi salah satu daerah yang memiliki infrastruktur yang komplit. Selain memiliki jalan pantura, Batang juga berencana membangun bandara perintis. Kini pemda setempat merencanakan pelabuhan pengumpan regional yang selanjutnya menjadi pelabuhan pengumpan.

“Pelabuhan niaga masih dalam tahap uji coba, dan menurut kajian Pemkab dari rencana tata ruang wilayah (RTRW) sudah tidak ada masalah. Pemkab akan bersinergi dengan pelabuhan agar izin operasional cepat turun,” ucap Bupati Wihaji saat mengunjungi pelabuhan niaga Batang Selasa (15/5/18) sore.

Batang juga dilewati jalan tol dan jalur kereta api yang tak kalah sibuknya. Sehingga tak heran kalau ke depan Batang akan lebih maju dari daerah lain.

“Kita harus cek kesiapannya dan tahap demi tahap yang sekarang menjadi pelabuhan pengumpan regional (PR) tahun 2020 kita usahakan naik menjadi pelabuhan pengumpan (PP),” jelas Wihaji.

Dengan beroperasinya pelabuhan PR lanjut dia, diharapkan bisa difungsikan yang lain. “Kita akan melihat dan kaji potensi-pontesi yang ada di pelabuhan untuk kesejahteraan Kabupaten Batang selama tidak melanggar aturan. Kita akan membuat regulasi yang bisa bermanfaat bagi kesejahteraan Kabupaten Batang,” jelas Wihaji.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Batang Capt. Hendrik Kurnia Adi mengatakan, pelabuhan niaga Kabupaten Batang, dibangun di atas tanah seluas 6 hektare dengan dua dermaga yang kedalamannya mencapai 5,9 m. Sehingga siap untuk menampung kapal tongkang kabut yang kapasitasnya maksimal 300 ft.

“Sesuai dengan hirarki jenis pelabuhan ada tahapan-tahapanya. Ada pelabuhan lokal, pelabuhan pengumpan regional dan pelabuhan pengumpan. Dan tahap kita pengumpan regional antarprovinsi, yang hirarkinya dua tahun ke depan menjadi pelabuhan pengumpan (PP),” kata Hendrik Kurnia Adi.

Lebih lanjut dikatakan, bila menjadi pelabuhan pengumpan, maka bisa digunakan untuk perdagangan internasional, kalau memang ada potensi perdagangan ekspor impor bisa di pelabuhan Batang.

“Kami harap dimanfaatkan sekali pelabuhan Batang. Karena kalau sudah jadi pelabuhan pengumpan bisa digunakan untuk perdagangan internasional ekspor impor dilengkapi Kantor Imigrasi dan Kantor Bea cukai,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta, dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi yang menggabungkan antara pariwisata, ekspor impor perdagangan yang dalam tahap kajian. Dua tahun ke depan Batang akan lebih baik dari sekarang. (svc/han/lis)