Teaching Factory Tumbuhkan Karakter Kerja

236
MAHIR : Siswa SMKN 1 Salam tengah membuat kue-kue hasil dari pembelajaran.
MAHIR : Siswa SMKN 1 Salam tengah membuat kue-kue hasil dari pembelajaran.
PRAKTIK : Siswa tengah melakukan kegiatan praktik kejuruan rekayasa tanaman hias.
PRAKTIK : Siswa tengah melakukan kegiatan praktik kejuruan rekayasa tanaman hias.

RADARSEMARANG.COM – SMK sebagai pemasok calon tenaga kerja menengah perlu membekali siswanya dengan karakter kerja yang berorientasi pada industri. Salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan yaitu teaching factory.

Teaching factory dirancang berbasis produksi barang atau jasa dengan mengadopsi dan mengadaptasi standar mutu dan prosedur kerja industri. Ini akan memberi pengalaman pembelajaran kompetensi tambahan terutama soft skill. Seperti etos kerja, disiplin, jujur, bertanggung jawab, kreatif, inovatif, karakter kewirausahaan, bekerja sama, berkompetisi secara cerdas dan sebagainya.

Kompetensi tersebut sangat sulit diperoleh melalui pembelajaran yang diselenggarakan secara konvensional, yang pada pembelajarannya hanya dilaksanakan sampai pada pencapaian kompetensi sebagai hard skill.

“Dengan semangat revitalisasi SMK, maka SMK Negeri 1 Salam berupaya menerapkan pola pembelajaran teaching factory pada semua program keahlian. Yakni Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis Tanaman Pangan Hortikultura, Agribisnis Ternak Unggas dan Agribisnis Perikanan Air Tawar,” ungkap Kepala SMKN 1 Salam, Sugiarto, STP, MMPd.

Hal ini tidak lain karena selama ini sudah banyak industri sebagai institusi pasangan dijadikan standar dalam memproses suatu produk hasil praktik siswa.  Produk barang hasil praktik siswa, di antaranya  ayam pedaging, ayam petelur, aneka bibit ikan, pakan ikan. Kemudian, aneka bibit tanaman buah-buahan dan sayur hidroponik. Bahkan produk pengolahan hasil pertanian seperti, aneka roti, sari buah salak, dan inokulum penghancur sampah yang sudah mendapatkan hak paten bernama Tricomuna.

Tricomuna itu semacam obat pengurai untuk mempercepat pengkomposan sampah. Tricomuna ini juga bisa digunakan untuk menghancurkan kotoran di kloset. Jadi tidak perlu disedot apabila kotoran penuh, cukup dengan dikasih Tricomuna ini,” tandasnya.

Jadi, lanjut Sugiarto, hasil pembelajaran teaching factory, siswa mampu membuat produk sesuai dengan program keahliannya. (tim)