Siapkan Dua Lokasi Bandara Perintis

324
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Murdiono
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Murdiono

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang  menyiapkan dua lokasi untuk rencana Pembangunan bandar udara (bandara) perintis. Program pembangunan bandara perintis tersebut dilakukan untuk mendukung program tahun kunjungan wisata 2022.

“Bupati Wihaji sudah perintahkan ke kami untuk merencanakan pembangunan bandara perintis sejak 14 Februari lalu. Kita masih perjuangkan dan surat pengajuan sudah masuk ke Kementerian,” terang Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono di kantornya Senin ( 14/5/18).

Dijelaskan bahwa dua lokasi yang di sebutkan memang belum di jelaskan dimana titiknya, hal ini untuk antisipasi masukanya broker – broker tanah. Namun demikian rencananya setelah lebaran dua lokasi tersebut akan di tinjau oleh Kementerian.

“Kita sudah siapkan tanah milik pemkab Batang sebanyak 60 hektare untuk lokasi pertama, dan untuk lokasi ke dua 40 hektare sekurangnya nanti warga siap di bebaskan tanahnya, adapun syaratnya bandara perintis harus menyiapkan tanah minimal 50 hektare, kita siap penuhi,” jelas Murdiono.

Pembangunan bandar udata perintis dirasa sudah perlu sekali lanjutnya,  karena Batang prospektif sekali. Karena puluhan investor Penanaman Modal Asing ( PMA ) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PDM) sudah masuk ke Batang. Sebab adanya sumber energi listrik. Sehingga transportasi yang cepat seperti pesawat terbang sangat di butuhkan.

“Untuk mempercepat proses pembangunan Pemkab rencananya melakukan study stabilita yang menyaipak anggaran  mencapai Rp 100 juta, hal ini guna melakukan serangkaian proses pengujian seperti melakukan study banding, dan lain sebgainya,” jelas Mudiono

Ia juga menjelaskan regulasi baru memang di perbolehkan setiap daerah membangun bandar, sepanjang sesuai dengan kriteria seperti tata ruang, kalayakan sosial, lingkunga, finansial ekonomi, teknis pembangunan, kelayakan perasional pembangunan, kelayakan angkutan udara dan daya dukung.“Dengan daya dukung proyek strategis yang ada di Batang, kita optimis memenuhi ketentuan yang ada,” lanjut Murdiono

Tidak hanya jalur udara, untuk jalur kereta ia mengusulkan agar diaktifkannya kembali stasiun Batang. Pemkab sudah layangkan surat agar kereta dari Jakarta bisa berhenti di Batang, karena kita memiliki dua stasiun kereta. “Kita sudah minta secara langsung, dan melayangkan surat ke PT KAI. Namun berdalih kita terlalu dekat dengan Pekalongan,” tuturnya.

Namun batang berharap minimal ada kereta ekonomi yang bisa berhenti di stasiun Batang Batang dan Pemkab siap menyediakan moda transportasi umum untuk dalam kota menuju stasiun kereta di Batang yang menjadi persyaratanya.“Rencananya juga setelah lebaran akan di kaji dari Kementrian Perhubungan,” tandas Murdiono. (han/bas)