E-SPOP Cegah Kongkalikong dengan Petugas Pajak

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya untuk mendongkrak pendapatan daerah melalui pajak. Salah satunya dengan meminimalisir adanya permainan atau kongkalikong dalam pembayaran pajak.

Dalam upaya ini, Pemkot Semarang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) meluncurkan Surat Pemberitahuan Objek Pajak Elektronik (E-SPOP). Aplikasi yang memudahkan warga untuk melakukan pembayaran pajak.

”Selain memudahkan, aplikasi ini juga mengurangi tatap muka langsung antara petugas dengan pembayar pajak. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan seperti permainan bisa kita minimalkan,” jelas Hendi-sapaan akrabnya- dalam acara Pekan Panutan PBB Kota Semarang 2018 di halaman balai kota, Senin (14/5).

”Kita harus terus berinovasi agar pembangunan-pembangunan yang dilakukan bisa segera diwujudkan dengan pendapatan yang optimal,” tegasnya.

Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana menjelaskan, aplikasi ini juga memudahkan masyarakat ketika ada perubahan luasan tanah maupun bangunan. Melalui aplikasi, warga tidak perlu datang ke kantor Bapenda untuk melakukan pelaporan.

”Misal ada tambahan bangunan atau tanahnya dijual. Itu bisa dilaporkan di mana saja asalkan tersambung internet. Juga bisa untuk menanyakan berapa pajak yang harus dibayarkan,” jelas Yudi.

Tahun 2018 ini, target Bapenda untuk PBB sekitar Rp 346,5 miliar. Hingga 11 Mei, sudah tercapai sekitar Rp 58 miliar atau 16,88 persen. ”Untuk itu, kita juga undang 31 perusahaan wajib pajak dalam pekan panutan PBB yang diselenggarakan 3 hari, untuk mendongkrak PBB,” katanya.

Yudi menekankan pentingnya pajak untuk pembangunan Kota Semarang. Untuk itulah, pemerintah terus mengajak warga untuk bisa bersama sama membayar pajak tepat pada waktunya. Dengan demikian, pembangunan dapat dilakukan sesuai dengan yang telah direncanakan.

”Paling telat 30 Sept 2018. Sehingga jangan sampai telat. Karena kalau telat tidak akan mendapat kesempatan untuk memenangkan undian satu unit rumah di daerah Mijen,” ajaknya. (sga/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -