Unggulan Tunggal Dini dan Anak BST Kandas

Djarum Foundation Kejurkab Pbsi Cup Xvii Wonosobo 2018

454
UNGGULAN MAJU SEMI FINAL-Pemain unggulan kelompok usia, Cahya, memastikan diri tampil di semi final Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup XVII Wonosobo 2018 yang digelar hari ini mulai pukul 13.30. (IST)
UNGGULAN MAJU SEMI FINAL-Pemain unggulan kelompok usia, Cahya, memastikan diri tampil di semi final Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup XVII Wonosobo 2018 yang digelar hari ini mulai pukul 13.30. (IST)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Kejutan pertandingan terjadi di kelompok usia tunggal dini putra dan tunggal anak putra, dengan gagalnya pemain unggulan melaju ke babak semi final Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup XVII Wonosobo 2018. Yakni Danish dan Samuel dari PB BST.

 Hasil pertandingan hingga Minggu (13/3) sore di Gedung Serba Guna (GSG) Tobong, Kertek, Jalan Parakan Km 01 Wonosobo, Danish yang menempati unggulan satu tunggal dini putra, terhenti di babak perempat final setelah dikalahkan Erlang dari PB ABS melalui tiga set.

Pada gim pertama, Danis mampu unggul melalui skor 21-10. Berlanjut ke gim kedua, Erlang yang tampil sebagai nonunggulan berusaha menyamakan posisi dengan terus menyerang. Perlawanan yang dilakukan Erlang membuahkan hasil, dengan mengakhiri laga ketat 21-16. memasuki gim ketiga, Erlang tampak lebih bersemangat untuk memenangi pertandigan. Sementara, Danish justru sering melakukan kesalahan. Hingga akhirnya, Elang menutup keunggulan dengan angka 21-9.

Turun dengan posisi seeded unggulan dua, Samuel mendapat perlawanan ketat saat bertemu Sendi, nonunggulan dari PB Baker di tahap penyisihan. Pada gim Samuel unggul terlebih dahulu dengan catatan angka 21-14. Berganti gim kedua, permainan Samuel justru menurun. Banyak pengembalian bolanya keluar lapangan. Satu sisi, Sendi berusaha mengejar ketertinggalan dengan lebih cermat dalam melakukan menempatkan bola. Sendi pun berhasil menyamakan posisi dengan kemenangan 21-11.

Gim ketiga sebagai penentuan, Samuel seolah kehilangan pola permainan dan makin sering gagal melakukan smash. Sementara, Sendi makin percaya diri dengan banyak vareasi bola depan maupun belakang. Dan akhirnya, Sendi meraih kemenangan 21-11. Selain Sendi, posisi empat besar tunggal anak putra lainnya diraih oleh unggulan satu Cahya dan Rama dari PB BST, serta Azka dari PB ABS.

Sekretaris Pertandingan, Slamet Priyono, memaparkan, pada kejurkab seri kali ini banyak pemain kelompok usia yang naik tingkat. Hal ini berpengaruh dengan prediksi calon – calon yang maju final, ataupun bisa juara.

“Pada pergantian tahun dan kejurkab seri pertama sering kali terjadi ada hasil kejuatan dari nonunggulan. Persaingannya pun makin ketat apabila pemain itu beda klub. Hal ni harus betul-betul diperhatikan pemain dan tim pelatih, supaya prestasinya tidak menurun bahkan bisa lebih baik lagi,” jelas Slamet Priyono. (fiq/ton)

Silakan beri komentar.