Pengamanan Tempat Ibadah Diperketat

139
 JELANG RAMADAN : Anggota Polres Magelang Kota, Jumat (11/5) lalu bekerja bakti membersihkan Masjid Agung dan Masjid Mako. (Humas Polres Magelang Kota for JP Radar Kedu)
 JELANG RAMADAN : Anggota Polres Magelang Kota, Jumat (11/5) lalu bekerja bakti membersihkan Masjid Agung dan Masjid Mako. (Humas Polres Magelang Kota for JP Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Menyusul aksi teror bom Surabaya yang menewaskan belasan orang dan puluhan terluka, aparat Kepolisian Resor Kota Magelang meningkatkan pengamanan tempat ibadah, terutama gereja. Selain itu, kepolisian terus mengintensifkan koordinasi dengan ormas dan instansi lainnya untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, Minggu (13/5) kemarin menegaskan pengamanan giat keagamaan sudah menjadi protap pihak kepolisian. Namun demikian, pihaknya juga berkoordinasi dengan gereja dan ormas, dalam hal ini banser dari PC NU Kota Magelang. Terlebih, menurut Kristanto, Kapolri telah menginstruksikan siaga 1 di semua wilayah.

“Kami meminta seluruh elemen masyarakat untuk ikut membantu bersama-sama mengamankan kegiatan keagamaan, baik umat kristiani maupun kegiatan peribadatan lainnya,” tandasnya.

Kristanto mengungkapkan, Kota Magelang sendiri banyak memiliki gereja dengan jumlah jemaat yang cukup besar sehingga untuk pengamanannya harus menjadi prioritas. Meskipun demikian, Kristanto meminta agar masyarakat tidak perlu panik dan terus mewaspadai keadaan lingkungan.

“Masyarakat tidak perlu takut, namun tingkatkan kewaspadaan. Seyogyanya arif dan bijaksana dalam mengelola medsos. Janganlah menge-share berita yang sifatnya menimbulkan ketakutan. Karena itulah tujuan utama dari teror. Mari kita bersatu untuk melawan teror, dukung kami (Polri) untuk memerangi aksi terorisme demi utuhnya NKRI,” ajak Kristanto.

Sementara itu, ratusan personel kepolisian Resor Magelang Kota, Jumat (11/5) pagi lalu ‘menyerbu’ dua masjid. Yakni Masjid Agung Kota Magelang dan Masjid Miftakhul Rohman. Serbuan ini dimaksudkan untuk bekerja bakti membersihkan masjid dan lingkungannya dalam menghadapi bulan suci Ramadan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tidar Magelang yang diberi tajuk Charity On Identity 3.0. Ratusan mahasiswa bekerja bakti membersihkan 10 masjid yang ada di sekitaran kampus Untidar.

Ketua pelaksana Charity On Identity 3.0, Annisa’ul, mengatakan lokasi kegiatan meliputi 10 masjid. Yakni Masjid Ukhuwah Islamiyah Badakan, Masjid Al Iman Tuguran, Masjid Nurul Huda Potrobangsan. Kemudian, Masjid Baitul Makmur Potrobangsan, Masjid Al Hidayah Potrobangsan, Masjid Shalahuddin Al Ayyubi Potrobangsan, Masjid Isnain Al Hidayah Dumpoh. Selain itu, musala An Nur Potrobangsan, musala Al Hidayah Dumpoh, dan musala At Taqwa Tuguran.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengakrabkan dan menjalin solidaritas mahasiswa teknik sipil dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” jelas Annisa. (had/lis)