Angkatan 50 Nurussalam Diwisuda

103
BANGGA - Wakil Bupati Batang Suyono didampingi Camat Tersono Bambang UW dan Kepala Sekolah Mushonif, bersama siswa siswi berprestasi usai prosesi Wisuda Mts Nurussalam Tersono Angkatan ke-50, Sabtu (12/05). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
BANGGA - Wakil Bupati Batang Suyono didampingi Camat Tersono Bambang UW dan Kepala Sekolah Mushonif, bersama siswa siswi berprestasi usai prosesi Wisuda Mts Nurussalam Tersono Angkatan ke-50, Sabtu (12/05). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Bertempat di Balai Desa Tersono, 162 siswa Angkatan ke-50 Tahun Pelajaran 2017/2018 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurussalam Kecamatan Tersono Kabupaten Batang diwisuda, Sabtu (12/5). Sekolah yang berlokasi di Jalan Raya antara Limpung-Tersono ini sudah sejak lama menjadi sekolah favorit. Banyak nama besar lahir dari sekolah yang saat ini dipimpin Kepala Sekolah Drs Mushonif MPdI yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Harjowinangun Barat Kecamatan Tersono ini.

Tercatat, Wakil Bupati Batang Suyono adalah alumni sekolah ini angkatan 1983. Selain Suyono ada juga yang menjadi dosen, pengusaha, anggota legislatif dan jabatan penting lainnya. Siswa yang masih menempuh pendidikan pun tidak sedikit yang meraih juara di tingkat kabupaten maupun provinsi. Tidak heran banyak siswa dari luar daerah yang bersekolah di sini. Bahkan ada yang dari Kendal, Jakarta dan Sumatera padahal mereka tidak punya saudara di Tersono.

Wakil Bupati Batang Suyono dalam sambutannya tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya sebagai alumni MTs Nurussalam karena mutu pendidikannya yang bagus dan ajaran agamanya kuat. “Dulu saat sekolah gedungnya masih terbuat dari papan dan berlantai tanah. Kelas satu saya belum memakai sepatu karena orang tua tidak mampu membelikan. Tapi keterbatasan itu menjadi pemicu semangat saya untuk membuktikan bahwa saya bisa. Menjadi sukses tidak mudah, karena itu saya tekankan kepada siswa untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita,” kata Suyono berapi-api. Suyono juga berkesempatan beri santunan siswa yatim dan memberi hadiah 2 unit komputer untuk sekolah.

Acara wisuda seperti tahun-tahun sebelumnya selalu membuat greget dengan kemasan acaranya yang menarik. Prosesi wisuda berjalan menarik dan dikemas rapi. Tsalisati Saan yang menjadi aktor di balik suksesnya acara ini dibantu rekan guru lain. Air mata hadirin tumpah saat seorang siswi Secondria Lingua menyanyikan lagu melankolis dan menggandeng kedua orang tuanya naik ke panggung.

Tsalisati Saan yang juga menjabat sebagai Bagian Kesiswaan ini menambahkan, kelulusan tahun ini mencapai 100 persen. “Prestasi tertinggi diraih oleh Septira Nafa’atul Udzma dengan nilai 92,29 dan berhak mendapat reward Rp 1 juta. Siswa berprestasi lain juga mendapat reward dari sponsor alumni yang telah sukses maupun dari pejabat setempat,” ujarnya. (han/sct/ton)