RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD meminta agar pemprov melengkapi fasilitas ramah difabel di objek-objek wisata se Jateng. Karena mereka kaum difabel juga harus diakomodir dan berhak mendapat perlakuan sama. Terlebih, sejumlah objek wisata yang eksotis di Jateng masih belum ramah terhadap kaum difabel.

Seperti wisata di kawasan Dieng, Wonosobo, wisata Grojokan Sewu, Karanganyar; wisata Gedongsongo, Kabupaten Semarang, serta berbagai objek wisata lainnya di Jateng. “Masih banyak objek wisata belum ramah kaum difabel. Padahal mereka juga berhak untuk menikmati keindahan wisata di Jateng,” kata Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana.

Ia mencontohkan, wisata Dieng merupakan salah satu wisata unggulan yang ada di Jateng. Tapi untuk sampai lokasi cukup lama dan tak semua orang bisa mencapainya. Karena secara infrastruktur menuju lokasi wisata masih belum bagus dan belum ramah semua kalangan, terutama difabel. “Kami terus mendorong agar infrastruktur ke wisata, ramah semua orang, karena itu objek wisata milik masyarakat Jateng,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, bersama Pemprov Jateng terus menggagas wisata ramah difabel. Dieng harus mendapat perhatian khusus, mengingat potensinya sangat besar. Ia meminta pemprov benar-benar bisa membuat wisatawan betah dan kerasan di Jateng. “Dieng misalnya harus diperbaiki infrastruktur dan dilengkapi dengan home stay yang menarik. Agar wisatawan bisa kerasan dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi B Yudi Sancoyo menyatakan, saat ini pihaknya terus menampung aspirasi terkait raperda desa wisata. Ia mencontohkan, pengelolaan Desa Wisata Ponggok di Klaten sangat bagus dan patut ditiru.  Baginya, bukan karena pesona wisata saja namun juga mengapresiasi kinerja pemerintah desa setempat dalam mengelola wisata di sana. Pihak BUMDes Desa Ponggok mampu menghasilkan pendapatan hingga mencapai Rp 11 miliar per tahun. Bahkan APBDes sebesar Rp 5 miliar. “Dengan jumlah sebesar itu, Desa Ponggok merupakan desa wisata paling kaya di Indonesia. Dan saya kira banyak potensi serupa di Jateng,” ujarnya.

Saat ini DPRD sedang berupaya menyusun Perda tentang Pemberdayaan Desa Wisata di Jawa Tengah. Dengan adanya desa wisata saat ini, dapat menjadikan peluang lapangan pekerjaan kepada anak-anak muda di desa. Apalagi, sekarang ini, anak-anak muda kurang tertarik bertani di desa. (fth/zal)