33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Wisata Jateng Belum Ramah Difabel

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD meminta agar pemprov melengkapi fasilitas ramah difabel di objek-objek wisata se Jateng. Karena mereka kaum difabel juga harus diakomodir dan berhak mendapat perlakuan sama. Terlebih, sejumlah objek wisata yang eksotis di Jateng masih belum ramah terhadap kaum difabel.

Seperti wisata di kawasan Dieng, Wonosobo, wisata Grojokan Sewu, Karanganyar; wisata Gedongsongo, Kabupaten Semarang, serta berbagai objek wisata lainnya di Jateng. “Masih banyak objek wisata belum ramah kaum difabel. Padahal mereka juga berhak untuk menikmati keindahan wisata di Jateng,” kata Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana.

Ia mencontohkan, wisata Dieng merupakan salah satu wisata unggulan yang ada di Jateng. Tapi untuk sampai lokasi cukup lama dan tak semua orang bisa mencapainya. Karena secara infrastruktur menuju lokasi wisata masih belum bagus dan belum ramah semua kalangan, terutama difabel. “Kami terus mendorong agar infrastruktur ke wisata, ramah semua orang, karena itu objek wisata milik masyarakat Jateng,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, bersama Pemprov Jateng terus menggagas wisata ramah difabel. Dieng harus mendapat perhatian khusus, mengingat potensinya sangat besar. Ia meminta pemprov benar-benar bisa membuat wisatawan betah dan kerasan di Jateng. “Dieng misalnya harus diperbaiki infrastruktur dan dilengkapi dengan home stay yang menarik. Agar wisatawan bisa kerasan dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi B Yudi Sancoyo menyatakan, saat ini pihaknya terus menampung aspirasi terkait raperda desa wisata. Ia mencontohkan, pengelolaan Desa Wisata Ponggok di Klaten sangat bagus dan patut ditiru.  Baginya, bukan karena pesona wisata saja namun juga mengapresiasi kinerja pemerintah desa setempat dalam mengelola wisata di sana. Pihak BUMDes Desa Ponggok mampu menghasilkan pendapatan hingga mencapai Rp 11 miliar per tahun. Bahkan APBDes sebesar Rp 5 miliar. “Dengan jumlah sebesar itu, Desa Ponggok merupakan desa wisata paling kaya di Indonesia. Dan saya kira banyak potensi serupa di Jateng,” ujarnya.

Saat ini DPRD sedang berupaya menyusun Perda tentang Pemberdayaan Desa Wisata di Jawa Tengah. Dengan adanya desa wisata saat ini, dapat menjadikan peluang lapangan pekerjaan kepada anak-anak muda di desa. Apalagi, sekarang ini, anak-anak muda kurang tertarik bertani di desa. (fth/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Donor ASI Tak Boleh Asal-Asalan

SELAIN dikonsumsi buah hatinya sendiri, ada sebagian ibu berbagi ASI kepada bayi selain anaknya sendiri alias donor ASI.  Khususnya, ibu-ibu yang produksi ASI-nya melimpah....

Bukit Graha Bhakti Asri Tawarkan Rumah Murah

SEMARANG- Harga perumahan cenderung melambung, apalagi kebutuhan akan perumahan terus meningkat seiring bertambahnya penduduk. Namun ada penawaran istimewa dari perusahaan properti ternama, PT Alimdo...

Asyiknya Wisata Air Kali Blandon

KENDAL— Dusun Krayapan, Desa Purwokerto, Kecamatan Kendal, memiliki objek wisata air yang apik. Yakni aliran Sungai Blandon. Meski kondisi airnya tidak begitu jernih, namun pemandangan...

Kalapas Terancam Sanksi

”Yang jelas sampai saat ini masih dalam pemeriksaan secara menyeluruh. Kalau terbukti (melibatkan) petugas lapas, pasti akan kita beri sanksi tegas dan itu pasti....

Ahmad Fadholi: Perlu Ada Pendampingan PKL

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan penyangga perekonomian nasional. Dalam jumlah besar dapat mendapatkan penghasilan yang digunakan untuk kesejahteraan keluarga dan bisa dikatakan sebagai...

Rob Tinggi Masih Mengancam

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Rob parah masih melanda wilayah Genuk, Semarang, Kamis (24/5). Sejumlah jalan masih terendam rob setinggi 30-40 cm. Rob menggenangi jalan dan...