33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Unika FC Melaju ke Babak Regional Jawa

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Keikutsertaan perdana tim sepak bola Unika Soegijapranata, Berlian Rajawali Unika FC di ajang Liga 3 Jawa Tengah berbuah manis. Skuad  asuhan Sukatno berhasil memastikan satu tiket semifinal putaran Provinsi Jawa Tengah dan lolos ke babak Regional wilayah Jawa yang akan digelar Agustus mendatang. Jika terus melaju, bukan tidak mungkin Unika FC akan menembus babak Nasional dan menjaga kans promosi ke kasta lebih tinggi.

Manajer Unika FC, Ferdinand Hindiarto menyebut timnya sebagai  underdog dari empat tim yang lolos ke babak semifinal. Sebab timnya dihuni oleh 24 pemain yang semuanya adalah mahasiswa yang berkuliah di Unika, Universitas Negeri Semarang, dan UIN Walisongo. Tidak ada pemain profesional atau jebolan tim Liga 2 yang direkrut  seperti kebanyakan kontestan lain.

”Tim kami sejak awal memiliki visi sebagai wadah mahasiswa yang ada di Unika maupun di Kota Semarang untuk menyalurkan semangat bermain sepak bola mereka. Khusus pemain Unika yang ada di tim, mereka adalah pemain kami yang mengantarkan Unika FC meraih  runner up Divisi 2 Askot PSSI Semarang tahun ini,” kata Ferdinand.

Mantan General Manajer (GM) PSIS Semarang ini bersyukur dengan kebersamaan, kekeluargaan, dan kerja sama yang kuat di dalam dan di luar lapangan skuadnya mampu mencapai prestasi tersebut. Namun Ferdinand tidak ingin memberi beban kepada pemain untuk meraih target yang muluk-muluk di semifinal mendatang.

”Kami tidak ada target juara di Liga 3 Jateng. Yang penting saat ini fokus kami memperbaiki permainan untuk bisa berbuat banyak di Liga 3 Regional Jawa Agustus nanti. Sebab lawan kami akan semakin tangguh,” lanjut Ferdinand.

Perjalanan Unika FC hingga babak semifinal menjadi patokan evaluasi tim pelatih. Kelemahan yang akan menjadi perhatian mereka yakni terkait lini depan yang masih kurang dalam penyelesaian akhir.

Selama kompetisi mencetak tujuh gol dan kebobolan enam gol. Tim ini lolos dengan raihan satu kemenangan enam kali imbang dan sekali kalah. Di babak perempatfinal Khafid dkk berstatus runner up Grup 3 di bawah Bhayangkara FC. Di delapan besar ini Unika memastikan tiket semifinal setelah dua kali bermain imbang dengan Persekat Tegal dengan total skor 1-1 dari dua pertandingan. Mereka lolos karena unggul agresifitas gol di kandang lawan.  

”Perjalanan panjang kami ke depan selain masalah teknis yang ingin kami atasi, juga terkait sponsorship dan pendanaan. Hitungan kami untuk bisa menyelesaikan kompetisi hingga Regional Jawa butuh dana sekitar Rp 200 juta. Selama ini pendanaan sangat penting sebab hanya sedikit subsidi dari pihak kampus kami. Sedangkan dana lainnya dari sponsor yang kami cari sendiri dan donatur,” ungkap Ferdinand.

Dia berharap sebelum babak Regional Jawa diputar masalah-masalah yang dihadapi tersebut bisa selesai. ”Kami meyakini bisa berprestasi dan dana terbatas tidak masalah. Kami ingin berprestasi dengan selalu mencari kemenangan secara sportif dan memberi pengalaman kompetisi kepada pemain kami,” tandasnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hendi Prio Dirut Semen Indonesia

JAKARTA - Hendi Prio Santoso dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menggantikan Rizkan Chandra...

Jalur Alternatif Minim Penerangan

SEMARANG – Jalur-jalur alternatif yang ada di Jateng dianggap belum layak, salah satu faktornya penerangan masih minim. Oleh karena itu DPRD meminta agar pemprov...

Sesaji Rewanda Pikat Wisatawan Asing

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gunungan nasi dan lauk yang dibungkus daun jati setinggi sekitar 2,5 meter ludes hanya beberapa menit menjadi rebutan ratusan warga dan wisatawan...

Apindo Minta Perizinan Dipermudah

MAGELANG–Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Kota Magelang tahun 2018 diusulkan sebesar Rp 1.580.000. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 8,71 persen dari UMK 2017 lalu: Rp 1.453.000....

Jagalah Ikan Tak Sebatas Hobi

RADARSEMARANG.COM - PERATURAN Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 41 tahun 2014 tentang pelarangan pelepasan ikan berbahaya dan invasif ke sungai yang membahayakan ekosistem laut...

Berharap Band Lokal Terangkat

SEMARANG – Dua band rock papan atas, Endank Soekamti dan Seringai sukses memeriahkan acara Lawbility #2, di Stadion Diponegoro akhir pekan kemarin. Keduanya didapuk...