Pro dan Kontra Pemberian PR Bagi Siswa

2451
Oleh: Siti Muawanah MPd
Oleh: Siti Muawanah MPd

RADARSEMARANG.COM – PEKERJAAN Rumah atau PR kadang menjadi momok bagi sebagian siswa yang tidak suka. Juga bagi sebagian orangtua siswa, yang menganggap PR hanya akan membebani putra-putrinya dan mengurangi waktu bermain di rumah.

Sebenarnya, PR yang diberikan oleh guru di tingkat pendidikan dasar, SD dan SMP, bertujuan untuk memandu siswa dalam memahami pokok bahasan tertentu. PR juga sebagai kelanjutan dari pembelajaran di kelas, sehingga siswa akan semakin memahami dan menguasai materi yang diajarkan guru.

Namun kadang tugas yang diberikan guru melebihi kapasitas kemampuan siswa, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan siswa dan orangtua, karena siswa dipaksa harus duduk berjam-jam untuk mengerjakan tugas PR. Apalagi dengan maraknya penggunaan handphone (HP) bagi setiap orang, termasuk siswa SD/SMP yang oleh orangtua sudah difasilitasi dengan alasan memudahkan untuk komunikasi, namun justru semakin membuat siswa tidak nyaman untuk duduk mengerjakan PR.

Kecenderungan siswa untuk bermain HP saat ini memanglah sangat tinggi. Pada setiap kegiatan yang diikuti oleh siswa, seperti pengajian, diskusi, belajar kelompok, bermain dengan teman bahkan belajar di sekolah, akan diwarnai dengan memegang dan memainkan HP, baik secara individu maupun kelompok. Orangtua dan guru tidak akan mampu membendung era komunikasi yang sangat cepat tersebut. Hal yang bisa dilakukan hanya memberikan bimbingan dan pendampingan.

Menjadi suatu kewajiban bagi guru untuk dapat mengalihkan kesukaan siswa dalam menggunakan HP dari hanya bermain saja, menjadi bermain sambil belajar. Sekaligus memberikan citra positif tentang pentingnya PR dalam kegiatan pembelajaran.

Pada dasarnya, PR yang diberikan guru merupakan kelanjutan dari materi yang diajarkan sebelumnya atau pengayaan dari materi yang akan diajarkan kemudian. Selain itu, nilai PR merupakan salah satu komponen penilaian harian, khususnya untuk mapel IPS, selain nilai tes tulis, tengah semester, dan akhir semester. Berdasarkan fakta di sekolah penulis, siswa yang mengerjakan PR dengan baik dan tepat waktu berpotensi memperoleh nilai dengan predikat baik pada tes tulis.

Mengingat pentingnya pemberian PR bagi siswa, maka penulis berupaya untuk mencarikan solusi bagaimana agar siswa mau dan dapat mengerjakan PR dengan suasana yang menyenangkan. Memberikan tugas melalui media WhatsApp (WA) merupakan salah satu jawaban atas permasalahan pro dan kotra tentang pemberian PR kepada siswa.

Sebelumnya, guru membentuk grup WA di masing-masing kelas yang diajar. Nomor WA yang didaftarkan bisa nomor pribadi siswa atau nomor HP orangtua. Selanjutnya melalui media tersebut, guru memberikan PR kepada siswa, sekaligus untuk pengumpulan PR juga dikirim melalui WA. Tugas PR yang diberikan harus lebih banyak memberikan pengalaman belajar kepada siswa yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya, pada materi IPS, siswa ditugaskan untuk membuat rencana anggaran belanja keluarga. Tugas ini bermanfaat bagi siswa untuk berperilaku hemat dan terencana. Dengan tugas ini, siswa akan tertarik untuk mencari tahu melalui internet, orangtua maupun narasumber yang lain.

Sebagian waktu siswa yang biasanya digunakan untuk bermain game di HP akan tersita sebagian untuk mencari tahu tentang tugas dan memahami bagaimana mengirim tugas melalui WA. Bagi orangtua hal ini akan bermanfaat, karena bisa mengetahui perkembangan belajar putra putrinya dengan mengecek apakah siswa sudah mengerjakan PR atau belum.

Kendala umum yang akan terjadi adalah apakah semua siswa memiliki HP? Tentu saja tidak, namun hal ini bisa disikapi dengan mengerjakan tugas secara berkelompok namun pengumpulannya secara individu. Siswa yang tidak memiliki HP dapat mengakses tugas dan mengumpulkan tugas melalui WA pada HP temannya. Hal ini selain akan membentuk masyarakat belajar secara mandiri, juga akan terjadi pembelajaran sebaya, di mana siswa yang kurang mampu mengerjakan tugas bisa bertanya kepada temannya yang mampu mengerjakan dengan baik. Alhasil, siswa akan merasa senang mengerjakan PR, karena dapat bermain sambil belajar. Nilai yang dihasilkan karena dikerjakan bersama dengan bimbingan orangtua akan semakin baik. Akhirnya, nilai rapor siswa juga akan semakin baik. Saat ini, melarang siswa menggunakan HP akan menimbulkan permasalahan, karena siswa zaman now berbeda dengan siswa zaman dulu.  Mari layani siswa sesuai dengan zamannya. (igi1/aro)

Guru IPS SMP Negeri 1 Salatiga