Perempuan Bisa Mengabdi di Ruang Publik

239
HARLAH FATAYAT NU : Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah saat memberikan sambutan Harlah ke-68 Fatayat NU yang digelar pengurus Fatayat Brebes, di kawasan wisata Waduk Malahayu, Banjarharjo, Brebes. (Ist)
HARLAH FATAYAT NU : Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah saat memberikan sambutan Harlah ke-68 Fatayat NU yang digelar pengurus Fatayat Brebes, di kawasan wisata Waduk Malahayu, Banjarharjo, Brebes. (Ist)

RADARSEMARANG.COM, BREBES – Kaum perempuan harus diberi kesempatan untuk mengabdi pada ruang publik. Harus diberi kesempatan dan bisa mengabdi kepada masyarakatnya, agamanya, bangsa dan negaranya. Hal tersebut ditegaskan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah saat memberikan sambutan Harlah ke-68 Fatayat NU yang digelar pengurus Fatayat Brebes, di kawasan wisata Waduk Malahayu, Banjarharjo, Brebes.

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini menyatakan, semangat yang diusung Fatayat sejalan seperti semangat RA Kartini, yakni semangat habis gelap terbitlah terang. Hanya saja, semangat tersebut belum sepenuhnya bisa dinikmati di Jawa Tengah. “Tandanya apa? Sederhana,” jelas pendamping Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018 ini.

Pendididikan bagi kaum perempuan masyarakat di provinsi ini, kata Ida, masih rendah. Hanya lulus SD. “Sementara yang laki-laki hampir lulus SMP,” bebernya.

Padahal jika kaum perempuan mendapatkan pendidikan yang baik, lanjut Ida, maka juga akan meningkatkan derajat ekonomi, maupun kesehatannya. “Perempuan juga harus kuat, hebat, cerdas, dan sehat,” tegasnya.

Harlah tersebut dihadiri ribuan anggota Fatayat NU Kabupaten Brebes. Mereka juga bersama-sama memanjatkan doa yang dikhususkan kepada Ida Fauziyah. “Semoga apa yang menjadi hajatnya tercapai. Juga memberikan kemaslahatan pada umat,” ujar Ketua Fatayat NU Kabupaten Brebes Mukminah.

Mukminah menegaskan, sosok Ida Fauziyah merupakan kader yang teruji. Apalagi yang bersangkutan pernah menjadi Ketua Umum PP Fatayat. “Jadi sudah cetho welo-welo, beliau adalah kader kita sendiri,” tegasnya.

Jika ada kader Fatayat yang belum tahu detail kiprah Ida, Mukminah menyatakan siap menjelaskannya.  “Saya sudah tahu semua, bahkan sampai rumah pribadinya, hingga rumah mertuanya. Karena memang saya sering bertemu beliau,” jelasnya.

Dalam acara itu juga dilakukan doa bersama atas 17 air yang dibawa masing-masing pengurus anak cabang Fatayat se-Kabupaten Brebes. Setelah doa selesai, mereka sama-sama meminum air tersebut. Di Brebes, Ida juga melakukan silaturahmi dan mohon doa restu dengan pengasuh Ponpes al Bukhori, Sengon, Tanjung KH Hudalloh Karim. (fth/zal)