Oleh: Tentrem Rahayu SPd MPd
Oleh: Tentrem Rahayu SPd MPd

RADARSEMARANG.COM – PENULIS terusik dengan berita viral tentang sulitnya soal UNBK SMA 2018 mapel matematika, fisika dan kimia beberapa waktu lalu. Terutama yang dikeluhkan para siswa adalah sulitnya soal UNBK mata pelajaran matematika.

Menurut para siswa, soal tidak sesuai dengan kisi-kisi yang sudah dipelajari selama ini, termasuk saat tryout maupun simulai sebelum UNBK.  Saat tryout dan simulasi, siswa tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan, karena soal yang dikerjakan masih seputar kisi-kisi matematika. Namun saat UNBK lalu, tiba-tiba ada jenis soal HOTS atau High Order Thinking Skills yang selama ini kurang dipersiapkan siswa.

Secara umum, pelajaran matematika berkutat dengan angka dan rumus. Namun, pelajaran matematika tidak hanya sebatas itu. Ada nilai-nilai dan perilaku yang perlu dikembangkan pada siswa. Kemampuan siswa untuk mengemukakan gagasan dan idenya tentang matematika perlu ditingkatkan. Karena kemampuan  tersebut jauh lebih memberikan konstribusi yang nyata terhadap kehidupan siswa di kemudian hari.

Memang sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy menyatakan bahwa soal UNBK memang dibuat sulit, karena termasuk jenis soal HOTS yang membutuhkan daya nalar yang tinggi dengan kuota sebesar 10 persen. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas UNBK 2018 tersebut. Soal seperti itu nantinya akan menjadi standar pelaksanaan UN hingga 2025, sehingga bisa mendeteksi kemampuan siswa.

Sulit soal UNBK matematika ini pun sempat dikeluhkan banyak siswa di Indonesia. Mereka curhat di media sosial, termasuk di website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahkan tak sedikit yang justru dijadikan bahan lelucon hingga viral di dunia maya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi keberanian anak-anak generasi milineal ini untuk mengungkapkan perasaannya, pikirannya, dan penilaiannya terhadap sulitnya soal-soal matematika UNBK SMA secara terbuka di ruang publik dan media sosial.

Melihat hal tersebut, penulis menyarankan ke depan ada sosialisasi jauh-jauh hari dari   Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang soal-soal UNBK matematika ke sekolah-sekolah. Yakni, sosialisasi sejauh mana persentase soal HOTS yang akan dikerjakan para siswa di UN berikutnya. Harapannya, para siswa akan lebih matang lagi dalam mempersiapkan diri menjelang UNBK.

Oke, sukses UNBK matematika tahun depan dan selanjutnya. (igi1/aro)

Guru SMA Negeri 2 Mranggen