Makin Manis, Makin Nikmat Tapi Sehat?

Tren Minuman Kekinian

361
ILUSTRASI: TRY STYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
ILUSTRASI: TRY STYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM – Trend makanan dan minuman terus berkembang seiring dengan kebutuhan konsumen. Setelah sempat booming makanan pedas dengan tingkatan level, belakangan viral minuman dengan cita rasa manis dan seger. Sebut saja, Thai Tea, Green Tea, Es Cokelat. Namun yang lebih kekinian adalah Es Kepal Milo. Siapa yang tidak tahu dengan minuman vora; yang kerap mewarnai sosial media, khususnya instagram. Di Semarang penjaja minuman tersebut sudah menjamur. Bahkan di satu titik saja, seperti kawasan Tembalang, ada lebih dari 5 penjual.

Sesuai dengan namanya, es ini memang menggunakan Milo atau merk minuman cokelat, sebagai bahan utamanya. Untuk pembuatannya, Milo yang sudah dicampur krimer, gula, susu kental manis, ini dimasukkan ke dalam es serut yang sudah dikepal atau dipadatkan. Tak cukup sampai disitu, penyajiannya pun masih ditambah toping milo bubuk, susu kental manis, kacang, mises, keju, oreo dan lainnya.

Presentasi es kepal milo yang didominasi warna cokelat itu pun menggugah selera. Apalagi saat cuaca panas. Segar dan nikmat tentunya.

“Memang saat ini menjadi viral, terkenal karena manis dan segar. Ini adalah outlet kedua setelah owner kami punya satu outlet sebelumnya di Tembalang,” kata Yus, karyawan Ice Milo Viral, ini.

Saking terkenal dan viral di media sosial, di Jalan Hayam Muruk, Semarang, saja ada tiga penjual kuliner serupa. Yus mengaku tidak khawatir dengan bertebarnya pengusaha Es Kepal Milo lainnya. Hal ini dikarenakan ditempat Ice Milo Viral lebih mengdepankan kualitas dan cita rasa. “Pasarnya beda, ada yang pernah beli kesini terus balik lagi karena rasanya lebih enak. Karena kami lebih mengedepankan rasa cokelat yang khas dan manis asli dari susu,” ucapnya.

Cuaca terik Semarang pada Bulan Mei Juni, membuat Yus terkadang kewalahan melayani pelanggan dari siang sampai malam. Dalam satu hari setidaknya ia bisa menjual 500 cup Milo Kepal dengan harga Rp 10 ribu-Rp 15 ribu. “Mungkin karena memang daerah kampus, jadi ramai pembeli. Selain itu juga harga yang cukup terjangkau, ditambah viralnya di sosial media membuat masyarakat penasaran,” ujarnya.

Semakin manis, makin nikat. Tapi apakah sehat?

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Basuki Widodo,SpGK mengungkapkan, berdasarkan Kemenkes RI, agar gizi seimbang maka konsumsi gula atau pemanis untuk dewasa 4 sendok makan atau 50 gram per hari. Sedangkan untuk anak usia antara 2-18 tahun menurut rekomendasi American Heart Association tidak boleh lebih dari 6 sendok teh atau 25 gram atau 100 kkal.

“Bila gula atau pemanis dikonsumsi dengan kadar yang berlebih maka akan menimbulkan sejumlah risiko. Pada anak akan terjadi kegemukan atau obesitas, kerusakan gigi serta mudah lapar. Sedangkan pada orang dewasa dapat terjadi obesitas, mudah lapar dan penyakit Diabetes Mellitus atau Kencing Manis,” ujarnya.

Namun begitu, mengonsumsi makanan dengan gula atau pemanis sedikit berlebih, sesekali diperbolehkan, semisal seminggu sekali. Tapi juga dengan catatan harus dimodifikasi agar tidak terlalu banyak kalori yang diserap.

“Contohnya buat menu minuman atau makanan manis dengan menggunakan gula atau pemanis rendah kalori. Atau menu dengan banyak serat seperti buah dan agar-agar atau puding. Dengan banyaknya serat, penyerapan glukosa lambat untuk dijadikan kalori,” ujarnya.

Untuk idealnya, lanjut dr Basuki, dalam memilih asupan bagi tubuh harus seimbang antara karbohidrat, protein dan lemak. Tubuh sangat butuh 3 komponen makronutrien tersebut. “Idealnya Karbohidrat 50-60 persen, protein 15-20 persen dan lemak 25-30 persen. Karbohidrat dipilih yang kompleks atau yang banyak seratnya, protein dipilih yang mudah diserap tubuh dan lemak diprioritaskan yang lemak tak jenuh,” ujarnya. (dna/zal)