TERTIB LALIN : Satlantas Polres Pekalongan saat melakukan razia gabungan di Jalan Bebekan Kedungwuni, dalam Operasi Patuh Candi 2018. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTIB LALIN : Satlantas Polres Pekalongan saat melakukan razia gabungan di Jalan Bebekan Kedungwuni, dalam Operasi Patuh Candi 2018. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 1.137 pengendara sepeda motor tak tertib terjaring razia Patuh Candi 2018 yang digelar Satlantas Polres Pekalongan. Pelanggaran yang dilakukan mulai dari tidak membawa kelengkapan surat kendaraan hingga tak pakai helm.

Kasatlantas AKP Bobby Anugrah Rachman, mengungkapkan bahwa dalam operasi patuh candi gabungan tersebut, pihaknya juga melibatkan Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Pekalongan, PM, Provoost, Dinas Pendapatan Daerah dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya, setiap titik operasi patuh Candi,  sedikitnya ada 200 pengendara baik roda dua dan roda empat mendapatkan sanksi tilang dan sidang di tempat.

“Hampir semuanya bersedia dan langsung sidang ditempat. Dominasi masih pengendara sepeda motor,” ungkap AKP Bobby Anugrah Rachman, Kamis (10/5).

AKP Bobby menjelaskan bahwa pelanggaran lalu lintas (lalin) yang terjadi hingga kini, yakni tidak mengenakan helm. Menurutnya, Operasi Patuh Candi 2018 ini, sasaran utamanya yakni tujuh pelanggaran lalin. Diantaranya penggunaan ponsel saat berkendara, melawan arus, membawa penumpang melebihi batas angkut, pengendara dengan usia di bawah umur, tidak menggunakan alat keselamatan seperti helm.

“Alasanya kenapa nggak pakai helm, rumahnya dekat, perginya nggak jauh dan sebagainya. Padahal penggunan helm itu kan untuk keselamatan pengendaranya juga. Kemudian kelengkapan surat-surat kendaraan juga banyak yang tidak memiliki SIM atau Surat-Surat kendaraan,” jelas AKP Bobby Anugrah Rachman.

Kasatlantas juga menegaskan bahwa Operasi Patuh Candi 2018 itu, juga menyasar kepada kasus pelanggaran lalu lintas, seperti mengendarai kendaraan dengan pengaruh alkohol dan narkoba serta berkendara melebihi kecepatan.

“Selain menekan angka kecelakaan, kegiatan ini dapat menciptakan lalulintas yang tertib, aman, selamat, dan lancar,” tegas AKP Bobby Anugrah Rachman. (thd/bas)