TRANSPARAN : Petugas Bank Jateng mempraktikkan cara pembayaran e-retribusi kepada salah satu perwakilan pedagang disaksikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di area parkir Pasar Pedurungan, kemarin. (Sigit Andrianto / Jawa Pos Radar Semarang)
TRANSPARAN : Petugas Bank Jateng mempraktikkan cara pembayaran e-retribusi kepada salah satu perwakilan pedagang disaksikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di area parkir Pasar Pedurungan, kemarin. (Sigit Andrianto / Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang meluncurkan e-retribusi untuk para pedagang pasar. Penerapan e-retribusi ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan pendapatan Kota Semarang.

“Dengan e-retribusi ini, tahun 2018 retribusi pasar ditarget Rp 30 miliar,” jelas Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto saat launching E-Retribusi Pelayanan Pasar bersama Bank Jateng di Pasar Pedurungan, Jumat (11/5) kemarin.

Fajar mengatakan, selain meningkatkan pendapatan, e-retribusi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Sebab, melalui e-retribusi, sistem pembayaran dapat dilakukan secara lebih transparan.

Ditambahkan, di era sekarang, penggunaan sistem elektronik memang menjadi hal yang harus dilakukan. Ia mencontohkan, semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Semarang kini sudah mulai menerapkan sistem berbasis elektronik.

“Sekarang semua OPD pakai serba E (elektronik). Kemarin Dinas PU (Pekerjaan Umum) juga menerapkan sistem elektronik,” ujarnya.

Fajar menargetkan, maksimal pada 2019, semua pedagang pasar di Kota Semarang sudah memiliki kartu e-retribusi. “Penerapannya ini nanti 1 Juni,” bebernya.

Asisten 1 Bidang Perekonomian Setda Kota Semarang, Ayu Entis, menjelaskan, selain untuk menggenjot pendapatan, e-retribusi juga untuk melindungi aparat pemkot, dalam hal ini juru pungut, yang selalu bekerja dengan uang di tangan. Melalui e-retribusi, setoran para pedagang akan langsung masuk ke rekening bank. “Sehingga menghindarkan mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan. Bukannya kami tidak percaya,” jelas Ayu.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Wali Kota Hendrar Prihadi  menyampaikan bahwa e-retribusi yang di-launching di Pasar Pedurungan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Semarang kepada pemerintah pusat untuk memaksimalkan pembayaran non tunai.  “Juga untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Sekarang yang menjadi PR (pekerjaan rumah) kita ke depan adalah bagaiamana pedagang bisa memanfaatkan ini dengan baik. Jangan sampai gara-gara e-retribusi malah nggak mau bayar,” katanya.  (sga/aro)