33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

TPA Blondo Overload, Pemkab Siapkan Lahan Baru

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ratusan ton sampah hasil produksi di Kabupaten Semarang saat ini menjadi persoalan tersendiri. Ditambah dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah tidak memungkinkan untuk menampung.

Bupati Semarang Mundjirin mengatakan saat ini jumlah produksi sampah di Kabupaten Semarang mencapai 200 ton perhari. Pihak investor membutuhkan suplay sampah 300 ton perhari. Karenannya, Pemkab Semarang akan mencoba menggandeng wilayah lain seperti Kota Salatiga untuk mampu memenuhi kuota sampah apabila akan diolah.

Terkait lokasi TPA Blondo, lanjutnya, memang sudah tidak relevan. Dijelaskan Mundjirin, saat ini Pemkab Semarang sudah membidik lokasi lain untuk dijadikan TPA Baru. seperti halnya di wilayah Kecamatan Pabelan.“Pengganti lahan TPA Blondo masih kita cari. Beberapa alternatif lahan sudah kita peroleh seperti di Kecamatan Pabelan,” tuturnya.

Adapun persyaratan lahan untuk dijadikan TPA yaitu memiliki akses transportasi yang baik. Permasalahan di TPA Blondo yaitu lebih ke akses transportasi. Dimana akses transportasi untuk ke TPA Blondo harus melalui pemukiman penduduk.selain itu, akses jalan menuju TPA Blondo juga cenderung sempit.

Pemilihan lahan TPA yang baru yaitu di Pabelan nantinya bisa mengurangi kuota sampah di TPA Blondo. Akses untuk menuju lahan tersebut, lanjutnya, juga tidak terlalu sulit. “Kalau lahannya terlalu jauh dari akses jalan maka itu juga menjadi pertimbangan kita,” tuturnya.

Solusi lain, Pemkab Semarang saat ini juga tengah menjajaki kerjasama dengan investor asal Malaysia untuk melakukan pengolahan sampah.“Kondisi TPA Blondo semakin lama-semakin penuh,” kata Mundjirin.

Sampah yang menumpuk di TPA tersebut nantinya akan diolah menjadi sumber energi listrik. Ia mencontohkan kondisi TPA Blondo di Kecamatan Bawen. Jumlah sampah yang kian menumpuk belum dilakukan pengelolaan dengan baik.

Melalui kerjasama tersebut, nantinya listrik yang diakibatkan dari pengelolaan sampah akan dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat khususnya untuk dunia industri.“Seperti industri di Pringapus dan Tengaran itu bisa dialiri listrik dari pengelolaan tersebut,” katanya.

Dan jika kerjasama dengan investor Malaysia tersebut akan berjalan pengolahan sampah tetap akan dipusatkan di TPA Blondo. Menurut Mundjirin lokasi TPA Blondo sangat strategis. Berada di tengah dan mudah untuk dijangkau wilayah lain.“Setelah ini (kerjasama) jadi, pihak Malaysia akan melakukan pembebasan tanah di sekitar Blondo untuk langsung membangun tempat pengolahan tersebut,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

4 Polisi Terancam Sanksi

DEMAK-Empat anggota kepolisian Polres Demak terancam sanksi, termasuk sanksi pemecatan. Ini terkait dengan beberapa perkara yang diduga pernah dilakukan. Penanganan perkara tersebut terus berlangsung...

Kepemimpinan Ganjar Dinilai Baik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif menilai kepemimpinan Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng di periode pertama sudah berjalan baik....

260 Bus Siap Berangkatkan 15.000 Pedagang Jamu

MENJELANG  lebaran mudik gratis sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Tingginya animo masyarakat untuk pulang kampung, membuat PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul  untuk ke 28...

SMP Selalu Ranking, Kini Hanya Bisa Duduk di Rumah

Wahyu Tri Pujiati, 18, remaja asal Dukuh Diwek, Desa Kaliputih, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, hanya bisa duduk memandangi pelajar SMA yang lalu lalang di depan...

Dewan Sarankan Gedung Parkir Hidrolik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Penataan parkir di kawasan pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran, Semarang mendesak dilakukan. Pengunjung pusat oleh-oleh kerap mengeluh karena lokasi parkir yang disediakan pemerintah...

Dipasarkan hingga Jerman

Sempat berjaya di masa lalu, raw denim kini kembali menjadi favorit di kalangan pecinta jeans. Lipatan, tanda pudar hingga robek yang terbentuk karena kebiasaan...