TPA Blondo Overload, Pemkab Siapkan Lahan Baru

506
SAMPAH: Ratusan ton sampah setiap harinya disetorkan di TPA Blondo di Kecamatan Bawen. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAMPAH: Ratusan ton sampah setiap harinya disetorkan di TPA Blondo di Kecamatan Bawen. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ratusan ton sampah hasil produksi di Kabupaten Semarang saat ini menjadi persoalan tersendiri. Ditambah dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah tidak memungkinkan untuk menampung.

Bupati Semarang Mundjirin mengatakan saat ini jumlah produksi sampah di Kabupaten Semarang mencapai 200 ton perhari. Pihak investor membutuhkan suplay sampah 300 ton perhari. Karenannya, Pemkab Semarang akan mencoba menggandeng wilayah lain seperti Kota Salatiga untuk mampu memenuhi kuota sampah apabila akan diolah.

Terkait lokasi TPA Blondo, lanjutnya, memang sudah tidak relevan. Dijelaskan Mundjirin, saat ini Pemkab Semarang sudah membidik lokasi lain untuk dijadikan TPA Baru. seperti halnya di wilayah Kecamatan Pabelan.“Pengganti lahan TPA Blondo masih kita cari. Beberapa alternatif lahan sudah kita peroleh seperti di Kecamatan Pabelan,” tuturnya.

Adapun persyaratan lahan untuk dijadikan TPA yaitu memiliki akses transportasi yang baik. Permasalahan di TPA Blondo yaitu lebih ke akses transportasi. Dimana akses transportasi untuk ke TPA Blondo harus melalui pemukiman penduduk.selain itu, akses jalan menuju TPA Blondo juga cenderung sempit.

Pemilihan lahan TPA yang baru yaitu di Pabelan nantinya bisa mengurangi kuota sampah di TPA Blondo. Akses untuk menuju lahan tersebut, lanjutnya, juga tidak terlalu sulit. “Kalau lahannya terlalu jauh dari akses jalan maka itu juga menjadi pertimbangan kita,” tuturnya.

Solusi lain, Pemkab Semarang saat ini juga tengah menjajaki kerjasama dengan investor asal Malaysia untuk melakukan pengolahan sampah.“Kondisi TPA Blondo semakin lama-semakin penuh,” kata Mundjirin.

Sampah yang menumpuk di TPA tersebut nantinya akan diolah menjadi sumber energi listrik. Ia mencontohkan kondisi TPA Blondo di Kecamatan Bawen. Jumlah sampah yang kian menumpuk belum dilakukan pengelolaan dengan baik.

Melalui kerjasama tersebut, nantinya listrik yang diakibatkan dari pengelolaan sampah akan dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat khususnya untuk dunia industri.“Seperti industri di Pringapus dan Tengaran itu bisa dialiri listrik dari pengelolaan tersebut,” katanya.

Dan jika kerjasama dengan investor Malaysia tersebut akan berjalan pengolahan sampah tetap akan dipusatkan di TPA Blondo. Menurut Mundjirin lokasi TPA Blondo sangat strategis. Berada di tengah dan mudah untuk dijangkau wilayah lain.“Setelah ini (kerjasama) jadi, pihak Malaysia akan melakukan pembebasan tanah di sekitar Blondo untuk langsung membangun tempat pengolahan tersebut,” katanya. (ewb/bas)