Sanggar Kejeling Bersihkan Pantai

330
PEDULI LINGKUNGAN: Para pemuda yang tergabung dalam Sanggar Kejeling melakukan bakti sosial bersih-bersih pantai, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI LINGKUNGAN: Para pemuda yang tergabung dalam Sanggar Kejeling melakukan bakti sosial bersih-bersih pantai, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Puluhan anak yang tergabung dalam Sanggar Kejeling, Desa Sidomulyo Kecamatan Cepiring jaga pantai bertajuk Sepakat Serentak Kita Bergerak. Acara dikemas dalam bentuk penanaman pohon mangrove dan bersih-bersih pantai.

Sebagai penyemarak kegiatan yang sebagian besar diikuti anak-anak muda ini, sebelumnya dilakukan pentas seni dari anak-anak sanggar, talk show, seminar lingkungan hidup dan bersepeda bersama. Selain itu juga dipamerkan lukisan dan kerajinan dari barang bekas serta pameran koleksi keris milik dari anak-anak tersebut.

Acara diawali dengan pentas seni yang menampilkan kesenian tradisional Kuda Lumping, musikalisasi puisi dan talk show yang menghadirkan narasumber dari aktivis lingkungan dan BNN Kendal.

Camat Cepiring, Endah Ispriyandini mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan anak-anak muda yang mau memelopori masyarakat untuk mencintai lingkungan dan melestarikan kesenian tradisional. “Karena kalau bukan anak-anak muda, siapa lagi yang akan menjaga lingkungan agar tetap lestari dan melestarikan budaya tradisional,” tuturnya.

Jika tidak ada anak-anak muda yang mau melestarikan budaya sendiri, maka lama-lama akan hilang dan tergantikan oleh budaya luar. “Termasuk menjaga lingkungan ini harus tumbuh kesadaran anak-anak muda, sebab mereka adalah generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Kasi Pencegahan BNN Kendal, Gembong Sapto Nugroho mengatakan jika kegiatan tersebut menunjukkan adanya kesadaran dari anak-anak muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. “Hanya anak-anak muda yang anti narkoba inilah yang bisa menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Pembimbing Sanggar Kejeling, Agus Riyatno mengatakan, Sanggar Kejeling yang secara resmi baru berdiri pada bulan Maret 2018 lalu. Kegiatan rutinan yang dialkukan yakni latihan kesenian gamelan, kerajinan, melukis, puisi, dan belajar bersama.

Ketua panitia, Dicky menambahkan, untuk kegiatan menanam pohon disediakan 50 bibit pohon ketapang dan 50 biibit pohon mangrove. Dalam kegiatan ini, panitia mengundang perwakilan dari berbagai kelompok masyarakat, seperti kelompok petani, kelompok tambak, komunitas pendaki gunung, Kosti, Gerak Peduli Kendal, Kendal Membaca, Kendal Mengajar, juga Duta Wiasta dan lainnya.  (bud/bas)