RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Selama tiga hari berturut-turut Pemerintah Kota Semarang akan melakukan pengalihan beberapa jalan protokol dalam rangka pengaturan arus lalu lintas (lalin) saat Festival Banjir Kanal Barat (BKB), yang digelar pada tanggal 11-13 Mei.

“Pengalihan dan rekayasa lalu lintas ini untuk meminimalisir kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi warga yang akan menyaksikan Festival Banjir Kanal Barat di Jalan Madukoro,” kata Plt Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Semarang, Agus Joko Triyono.

Rute pengalihan Jalan Madukoro dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Arteri dialihkan melalkui Perumahan Semarang Indah menuju Gereja Tritunggal. Sedangkan dari Arteri melalui Kompleks Kantor Provinsi masuk ke Perumahan Semarang Indah keluar ke Madukoro.

“Khusus untuk kendaraan bervolume besar seperti truk dan bus arus lalu lintas akan dialihkan lewat samping kantor Pekerjaan Umum sebelum rel Kereta Api belok ke ke kiri menuju Jalan Kenconowungu,” terang Agus JT, sapaan akrabnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Semarang, Masdiana Safitri menuturkan event nasional ini akan berbeda dibanding sebelumnya. Mulai dari perubahan lokasi yang dipindah ke dekat Madukoro karena lokasi yang lama terjadi pendangkalan. Pasalnya, nantinya akan ada lomba perahu hias yang merpakan acara inti dari festival.

Selain itu, tahun ini gelaran ini tidak dilakukan penerbangan lampion. Acara tersebut akan diganti dengan penyalaan lentera di atas air (water lantern).

“Pertimbangannya, agar tidak mengganggu penerbangan pesawat atau mengantisipasi lampion jatuh di area yang berbahaya,” paparnya.

Masdiana menambahkan selama berlangsung Festival BKB ini juga bakal digelar Semarang Introducing Market di area Fetival BKB. Sehingga, festival ini selain untuk mengeksplorasi wisata juga sebagai wadah untuk mendukung industri kreatif di Kota Semarang.

“Potensi wisata air di Sungai BKB itu sangat besar sehingga kami gelar Festival Banjir Kanal Barat dan Semarang Introducing Market. Acara ini sudah menjadi agenda rutin tahunan sejak beberapa tahun terakhir,” kata Masdiana. (den/zal)