Istri Brigadir Fandi Berulang Kali Pingsan

Korban Kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok

1854
GUGUR DALAM TUGAS : Anggota Densus 88 Antiteror Polri Brigadir Polisi Anumerta Fandi Setya Nugroho dimakamkan di tanah kelahirannya, TPU Kuncen Kramat Selatan Magelang Tengah Kota Magelang, Rabu (10/5). (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GUGUR DALAM TUGAS : Anggota Densus 88 Antiteror Polri Brigadir Polisi Anumerta Fandi Setya Nugroho dimakamkan di tanah kelahirannya, TPU Kuncen Kramat Selatan Magelang Tengah Kota Magelang, Rabu (10/5). (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG–Salah satu anggota Densus 88 Antiteror Polri yang gugur dalam kerusuhan di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, Brigadir Polisi Anumerta Fandi Setya, Rabu (10/5) sekitar pukul 09.15, dimakamkan di tanah kelahirannya, Kota Magelang. Ratusan anggota kepolisian menjaga prosesi pemakaman almarhum. Sedangkan wartawan tidak diperkenankan mendekati rumah duka maupun lokasi pemakaman, yaitu TPU Kuncen Kramat Selatan Magelang Selatan Kota Magelang.

Sebelumnya, jenazah almarhum tiba di rumah duka Jalan Duku II RT 03 RW 10 Perum Korpri, Kampung Ngembik, Kelurahan Kramat Selatan, Kota Magelang, sekitar pukul 07.30. Jenazah disalatkan terlebih dahulu di Masjid Al Wathoniyah dan disemayamkan di rumah duka.

Sekitar 15 menit kemudian, dilakukan upacara pemberangkatan jenazah di depan rumah duka.

Suasana duka tampak menyelimuti rumah korban. Almarhum merupakan anak kedua dari pasangan Rumpoko dan AKBP Djumiati, Kabag Ren Polres Magelang. Wartawan tidak diperkenankan mendekati rumah duka daan hanya bisa mendekat dalam radius sekitar 10 meter. Puluhan karangan bunga ucapan dukacita menghiasi jalan menuju rumah duka.

Selanjutnya jenazah dibawa dengan mobil jenazah menuju ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuncen yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah duka dengan diiringi ratusan pelayat dan dikawal aparat kepolisian. Upacara pemakaman berlangsung secara kemiliteran dan diiringi tembakan salvo ke udara.

Dalam pembacaan riwayat singkat almarhum, Brigadir Polisi Anumerta Fandi Setya Nugroho lahir di Magelang pada 9 Desember 1988 dengan jabatan terakhir sebagai Banit Dit Penyidikan Densus 88 Antiteror Polri. Almarhum gugur pada Rabu (9/5) lalu saat melaksanakan tugas. Almarhum meninggalkan seorang istri, dr Deha Sholecha dan satu anak, Shanum Sheha yang berusia 8 bulan.

Dalam upacara pemakaman, inspektur upacara dipimpin oleh Irwasda Polda Jateng Kombes Pol Budi Yuwono. Budi menyampaikan, atas nama negara, bangsa, dan Kepolisian RI, dengan ini mempersembahkan kepada persada ibu pertiwi jasa dan raga almarhum Brigadir Polisi Anumerta Fandi Setya Nugroho. “Roh dan jiwanya kembali kehadirat Allah SWT, semoga dalam darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi teladan bagi kita semua dan rohnya mendapatkan tempat yang semestinya di alam baka,” kata Budi.

Istri korban beberapa kali pingsan. Bahkan usai meninggalkan gerbang TPU Kuncen, Deha langsung pingsan dan dibopong oleh anggota polisi menuju mobil.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga menuturkan, atas permintaan keluarga, prosesi pemakaman tertutup untuk wartawan. “Mari kita hormati permintaan keluarga. Mari kita berikan kesempatan pihak keluarga untuk berkabung. Karena kejadian ini sangat mendadak,” tutur Kristanto.

Salah satu tetangga korban, Maryanto, 66, menuturkan, korban merupakan anak yang baik dan sopan terhadap orangtua. Korban kerapkali pulang saat Lebaran dengan membawa keluarganya. “Korban tidak pernah cerita tentang profesinya. Korban sudah menjadi anggota Densus 88 sejak tahun 2012. Saya terakhir ketemu akhir tahun kemarin,” tutur Maryanto yang rumahnya berhadapan dengan rumah keluarga korban.

Salah satu tetangga korban lainnya, Wahyono, 65, membenarkan bahwa sosok almarhum semasa hidupnya sangat baik, sopan serta ramah dengan orang lain. “Terakhir saya ketemu dan melihat korban, pulang sekitar dua minggu yang lalu. Anaknya baik, sopan dan banyak temannya. Terakhir malah korban mengajak teman-teman di kompleks makan mi ayam,” ujar Wahyono. (had/ton/ida)