Batang Wacanakan Bandara Perintis

172
POTENSI: Kabupaten Batang memiliki alam yang indah, berpotensi menjadi jujugan wisatawan di Jawa Tengah, yang kini terus dikembangkan. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTENSI: Kabupaten Batang memiliki alam yang indah, berpotensi menjadi jujugan wisatawan di Jawa Tengah, yang kini terus dikembangkan. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Program Tahun Kunjungan Wisata 2022 dengan Heaven of Asia, ternyata mendapat dukungan masyarakat cukup luas. Terbukti kini, bermunculan kelompok sadar wisata mendirikan destinasi baru.

Merengkuh situasi yang semakin dinamis ini, Bupati setempat Wihaji mulai merencanakan mendirikan bandara perintis di Batang untuk memudahan transportasi bagi wisatawan.“Beberapa akses infrastruktur ke destinasi wisata sedang kita tata. Penyambungan darat, laut, dan udara salah satunya dengan membangun bandara perintis, dan angkutan pemandu moda dari Stasiun Pekalongan,” tutur Wihaji, Rabu (9/5).

Lebih lajut bupati mengatakan, dari data Dinas Pariwista Pemuda dan Olahraga, kini tercatat ada 8 Destinasi Wisata yang sudah mapan di Batang. Beberapa desa wisata, seperti Pandansari Kecamatan Warungasem, Sodong dan Silurah Kecamatan Wonotungal, Keteleng di Kecamatan Blado, Desa Pranten Kecamatan Bawang, Pantai Jodo Kecamatan Gringsing, Pantai Celong Kuripan Kecamatan Subah, dan masih banyak rintisan desa wisata yang bermunculan.

“Yang belum terdata masih banyak, karena masih dalam proses pembuatan destinasi baru sehingga belum masuk data di dinas Parwisata,” tambah Bupati Wihaji.

Ia juga mengatakan banyak bermunculan kelompok sadar wsata yang membuka destinasi baru menjadi harapannya, karena hal tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang harus mendapat pembinaan.“Destinasi baru yang di kelola kelompok sadar wisata ada pemberdayaan masyarakat yang memiliki ide kreatif, paling tidak mengurangi pengangguran,” Kata Wihaji

Tidak itu saja menghadi linjakan pengunjung di Batang Wihaji menginstruksikan pembangunan bandara perintis dan penyambung akses lainnya. Termasuk angkutan pemandu moda dari Pekalongan.

Lebih lanjut, dengan lonjakan pelancong ke Batang yang semakin meningkat, maka Pemkab serius membangun akses jalur udara. karena selama ini wisatawan tidak bisa langsung ke Batang tapi ke Bandara Semarang  yang masih butuh waktu tempuh dua jam.“Kita masih perjuangkan membuat bandara perintis yang saat ini sudah masuk pengajuan ke kementerian perhubungan,” ujar Wihaji. (han/bas)