Bagi Waktu Kuliah dan Kerja

353
Suhro Enikmah (DOKUMEN PRIBADI)
Suhro Enikmah (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – BAGI Suhro Enikmah, kuliah adalah hal yang utama. Ia pun berani mengorbankan pekerjaannya beberapa waktu lalu. Ya, Enik nama sapaannya– berani meninggalkan dunia modeling demi meraih gelar sarjana dan magister.

“Dulu memang sempat jadi model, namun karena jadwal kuliah padat. Selain itu juga ada penelitian, sehingga dunia modeling saya tinggalkan,” kata gadis kelahiran Purbalingga, 7 Juni 1994 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain ibuk kuliah, Enik juga sibuk mengikuti event pertukaran pelajar. Menurut dia, selain menambah pengalaman, dengan mengikuti student exchange juga menambah soft skill untuk dunia kerjanya kelak.

“Saat ini juga masih sama, sibuk kuliah dan kerja, namun keduanya bisa berjalan berdampingan,” ujar Enik yang menjadi protokoler Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman ini.

Mahasiswi Magister Manajemen Undip ini tetap mengepankan kuliahnya. Ia pun harus pintar membagi waktu antara kuliah dan bekerja.

Juara fashion show Hijab se-Purbalingga 2012 ini mengakui cukup sulit membagi waktu. Kadang dia bahkan harus tidur hingga dini hari untuk mengerjakan tugas “Ya bagaimana caranya bisa dapet keduanya. Ya kerja ya kuliah. Namun kuliah S2 lebih bisa disambi,” ucapnya.

Ia mengenang, awal mula menjadi protokoler rektor pada 2014 lalu, Enik yang saat itu kuliah di Fakultas Ekonomi Unnes mengikuti seleksi student staff. Akhirnya, ia terpilih menjadi duta kerja sama dan kemudian bergabung di bagian humas dan protokoler rektor sampai sekarang.

“Cukup bangga sih, apalagi bisa mendapatkan uang untuk tabungan dan biaya kuliah, serta bisa mandiri, bahkan berlanjut sampai saat ini bisa kuliah S2,” jelas Enik yang pernah meraih juara I Fotogenic Duta Wisata Purbalingga 2011 ini.

Usai lulus kuliah, ia punya dua obsesi besar yang salah satunya ingin diwujudkan. Pertama menjadi seorang dosen, dan kedua bekerja di sebuah perusahaan BUMN. Saat ini, ia harus menimbang dan memilih antara keduanya. “Kalau saran orangtua sih suruh jadi dosen agar bisa turut serta mencerdaskan anak bangsa,” pungkas penyuka makanan vegetarian ini. (den/aro)

Silakan beri komentar.