BERIKAN SELAMAT : Rektor UPGRIS, Dr Muhdi SH Mhum memberikan selamat kepada lulusan saat prosesi wisuda ke-61 kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERIKAN SELAMAT : Rektor UPGRIS, Dr Muhdi SH Mhum memberikan selamat kepada lulusan saat prosesi wisuda ke-61 kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Himbauan Kementrian Riset dan Teknologi, Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) untuk menerapkan sistem Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan  Sistem Informasi Verifikasi Ijazah Elektronik (SIVIL) bagi mahasiswa yang lulus, langsung diterapkan oleh Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), pada wisuda ke-61 di Balairung UPGRIS, Selasa (8/5) lalu.

Rektor UPGRIS, Dr Muhdi SH Mhum mengatakan himbuan dari Kemenristek Dikti tersebut, selambat-lambatnya harus dilaksanakan pada bulan Mei ini. Menurutnya, dengan sistem PIN tersebut, seluruh ijazah para lulusan UPGRIS langsung memiliki nomer seri yang dikeluarkan Kemenristek Dikti.

“Dengan memenuhi ketentuan Kemenristek Dikti, lulusan UPGRIS memenuhi kredibilitas baik karena sudah diverifikasi konsistensinya dengan riwayat proses pendidikan di Perguruan Tinggi dan pemenuhan atas standar nasional pendidikan tinggi,” katanya Selasa (8/5) kemarin.

Dengan diberlakukannya sistem PIN pada ijazah, lanjut Muhdi, bisa meminimalisir pemalsuan ijazah yang sering terjadi. Selain itu dengan PIN, para lulusan juga tidak perlu melakukan legalisir karena telah terdaftar secara online di Kemenristek Dikti, disamping itu juga memudahkan pendataan dan analisis statistik jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia. “Wisuda kali ini ada sebanyak 485 mahasiswa dari 15 program studi,” jelasnya.

Selain PIN dan Sistem Informasi Verifikasi Ijazah Elektronik (SIVIL), lulusan UPGRIS juga dibekali dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Hal tersebut perlu dilakukan di era disruptive innovation, karena setelah lulus dan berada di dunia kerja selain hard skill, soft skill menjadi suatu hal yang perlu dikembangkan,

Soft skill ini adalah kemampuan interaksi sosial terutama soal integritas atau karakter, kemampuan komunikasi dan kerja sama dalam sebuah tim. Apalagi jika melamar kerja, pasti ditanyakan punya ketrampilan apa yang dimiliki selain prestasi akademik,” ucapnya. (den/zal)