33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Tekan Kemiskinan Lewat Bantuan UEP 

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan masih sekitar 200 ribu warga. Pemkab Pekalongan terus berupaya menekan angka tersebut. Salah satunya melalui Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Rabu (9/5) kemarin, giliran 100 keluarga miskin mendapatkan bantuan tersebut. Bantuan diserahkan di aula Dinas Sosial.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan mencapai 12,61 persen, atau sekitar 200 ribu keluarga.

Sejumlah program telah digulirkan untuk menekan angka kemiskinan. Mulai dari kartu BPJS Kesehatan bagi warga miskin, Kartu Kajen Sehat, Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 21.084 keluarga miskin dan Kartu Kajen Cerdas.

Menurutnya pada tahun 2018, sekitar 50 ribu keluarga miskin telah terjangkau dalam program PKH. Pihaknya optimistis angka kemiskinan setiap tahunnya berkurang, dengan adanya bantuan yang bersifat produktif dan mandiri.

“Bantuan ini untuk menurunkan kemiskinan. Kemudian Kartu Kajen Sehat dan juga BPJS Kesehatan. Saat ini sudah hampir 60 persen warga miskin tercover (BPJS) dari pusat. Sedangkan Pemkab Pekalongan mengcover 20 persen,” ungkap Asip.

Bupati juga mengatakan bahwa angka kemiskinan tertinggi berada di Kecamatan Kedungwuni. Karena karakter di Kecamatan Kedungwuni adalah kemiskinan urban kota. Maka Pemkab sudah membentuk program afirmatif tersebut, yang berdampak pada ekonomi produktif dan mandiri.

“Saya percaya dengan pertumbuhan UKM yang ada di Kabupaten Pekalongan, sudah cukup untuk mengurangi garis kemiskinan. Kalau IPM kita di angka 68,40, target tiga tahun mendatang di angka 70. Saat ini IPM di sini paling tinggi di antara kabupaten di Pantura Jateng,” kata bupati.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Peklaongan, Nuryatul Falaah, menjelaskan bahwa penerima bantuan UEP adalah mereka yang telah terdaftar dalam BDT (Basis Data Terpadu) tahun 2015 atau pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KJS) maupun Kartu PKH.

Bantuan UEP bertujuan agar keluarga miskin yang memiliki usaha dalam rangka meningkatkan taraf hidupnya akan kemandirian, meningkatkan pendapatan dan merubah pola pikir dari ketergantungan menjadi tidak ketergantungan.

“ Penerima fasilitasi bantuan UEP berjumlah 100 orang, jika dinominalkan sekitar Rp 2,5 juta. Namun yang diberikan barang untuk modal kerja, dengan penerima meliputi 6 kecamatan,” ujarnya. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ada Perintah Atasan Keluarkan Uang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah saksi diperiksa dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang terkait perkara dugaan pencurian uang senilai Rp 2,3 miliar milik PT Nawakara Arta...

Ratusan Petani Surokonto Tuntut Penangguhan

SEMARANG - Ratusan massa yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Surokonto Wetan (PPSW) Kabupaten Kendal, untuk kali kedua menggelar unjuk rasa di depan Pengadilan Tinggi...

Home Visit Solusi Masalah Siswa

RADARSEMARANG.COM - Seorang guru harus mengerti dan mengenali berbagai karakter siswa-siswanya. Terlebih bila guru sekaligus menjadi wali kelas. Dia  harus membantu mengatasi jika siswa...

Saat Terapi Mengigau Baca Surat Yasin

RADARSEMARANG.COM - Setiap bulan Maret di minggu kedua, diperingati sebagai Hari Ginjal se-dunia. Banyak kegiatan di berbagai rumah sakit dalam memperingati penderita gagal ginjal....

Kesiapan Porprov Jadi Bahasan Utama

SEMARANG - Laporan hasil tim verifikasi KONI Jateng tentang kesiapan Kota Tegal sebagai penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 akan dipaparkan dalam Rapat Anggota...

Hoax Harus Dilawan Bersama

SEMARANG-Hoax atau berita bohong tak sebatas guyonan, tapi sudah mulai meresahkan masyarakat. Karena itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengajak melawan hoax bersama agar tidak...