Sujiwo Tejo: Kebudayaan Bagian dari Pendidikan 

344
BERBAGI ILMU: Seniman dan budayawan Sujiwo Tejo membagikan materi proses pembelajaran dengan peserta dihadapan peserta Seminar dan Workshop FKIP UKSW. (ISTIMEWA)
BERBAGI ILMU: Seniman dan budayawan Sujiwo Tejo membagikan materi proses pembelajaran dengan peserta dihadapan peserta Seminar dan Workshop FKIP UKSW. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Sujiwo Tejo memberikan kemeriahan tersendiri  disela-sela seminar yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Balairung UKSW,Selasa (8/5).

Sebab, dalam seminar yang bertema “Standar Pendidikan Guru: Implikasinya Bagi LPTK dan Sekolah’, Sujiwo Tedjo menyanyikan lagu  berbahasa Jawa yang diiringi Paduan Suara FKIP UKSW.

Sujiwo Tejo sebagai seorang seniman dan budayawan mengungkapkan bahwa kebudayaan adalah bagian dari pendidikan karena dengan belajar budaya kita masuk pada tahap analisa dan mendesain, yang mana pada tahap itulah berlangsung pembelajaran. “Dalam dunia pendidikan, kita bisa memanfaatkan teknologi tanpa harus meninggalkan kebudayaan, keberagaman dan kearifan lokal yang ada”, jelasnya.

Terkait cara pendidik dalam menghadapi peserta didik, Sujiwo Tejo sedikit membagikan tips kepada peserta dengan menganalogikan Pendeta Durna dan muridnya Arjuna. Dimana sang Pendeta mendidik muridnya berdasar kasih dan ketulusan.

Seminar itu kemarin di lanjutkan dengan Workshop pada Rabu (9/5). Tiga pembicara mengisi seminar ini yakni Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara PhD, Kepala Subdirektorat Pendidikan Vokasi dan Prefesi Edi Mulyono MM, Sekertaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI)  yang juga sebagai Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Ahman.

Dalam sambutannya, Rektor mengatakan pengajaran harus berbasis riset karena salah satu faktor terpenting dalam pendidikan adalah bagaimana membangun pengalaman dan pemahaman yang baru. Tidak sampai di situ, dalam materi yang disampaikan diawal seminar beliau menekankan bahwa dunia pendidikan harus menghadirkan bentuk-bentuk layanan pendidikan yang berkualitas dengan metode penyampaian yang tepat zaman untuk membekali partisipan belajar dengan kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk memasuki dunia kerja maupun dalam kehidupan masyarakat di masa depan.

Neil S.Rupidara menambahkan penggunaan teknologi pada pembelajaran juga tidak terhindarkan, maka fokus dunia pendidikan adalah pada pengembangan kualitas manusia yang melampaui teknologi yaitu dengan mengembangkan apa yang menjadi ciri manusia yang membedakannya dengan mesin. (sas)