Perampok Spesialis Minimarket Dibekuk

301

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Polres Salatiga berhasil membekuk tiga pelaku aksi perampok minimarket asal Jogja. Ironisnya, dari ketiga pelaku tersebut salah seorang di antaranya perempuan yang masih di bawah umur. Selain menangkap para tersangka, petugas mengamankan barang bukti antara lain
satu unit HP merek Vivo, satu keranjang, topi dan jaket.

Ketiga pelaku adalah Rian MA, 22, warga Kampung Panasan IX, Kelurahan Triharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman; Ridwan Adi Putra, 27, warga Kampung Ledok Tukangan DN, Kelurahan Tegal Panggung, Kecamatan Danurejan, Kota Jogjakarta dan seorang perempuan, TS, 15, warga Mlati, Sleman. Kini, petugas masih mencari seorang pelaku lagi
YD, yang menjadi buronan.

Aksi perampokan tersebut terjadi di minimarket di Jalan Imam Bonjol No 37, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, sekitar pukul 03.15 WIB, Sabtu (21/4). Pelaku yang berjumlah empat orang datang dan langsung mengancam karyawan dengan membawa pisau dan pipa besi. Setelah itu, pelaku berhasil membawa kabur barang-barang dagangan, uang tunai dan handphone (HP).

Setelah mengalami kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan ke Polsek Sidorejo dan diteruskan menuju Polres Salatiga. Dari penyidikan yang dilakukan, personel Reskrim Polsek Sidorejo dan Resmob Polres Salatiga berhasil menangkap ketiga pelaku.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan pelaku berjumlah empat orang dan mencari sasaran minimarket yang buka selama 24 jam. “Mereka ini membawa pisau dan pipa besi untuk mengancam,” kata Yimmy di Mapolres Salatiga, Rabu (9/5).

Dalam melakukan aksi, kata Yimmy, masing-masing pelaku memiliki peran yang berbeda. Untuk tersangka Ridwan pernah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane.

Tersangka Ridwan bertugas sebagai sopir, tersangka Rian mengancam pakai pisau. Kemudian, tersangka YD yang masih DPO mengancam pakai pipa dan pelaku yang cewek di bawah umur bertugas mengambil rokok maupun uang dari kasir.

Sementara itu, tersangka Ridwan mengaku, pernah menjalani hukuman selama 1 tahun, 2 bulan karena melakukan perbuatan serupa di wilayah Kota Semarang. “Kami berangkat dari Jogja, kemudian menuju Klaten terus ke Karanggede baru menuju Salatiga,” ujarnya. (sas/bas)