Laba Intanwijaya Naik 65 Persen

344
KINERJA BAIK : Jajaran Komisaris dan Direksi PT Intanwijaya Internasional Tbk saat rapat umum pemegang saham tahunan di Hotel Gumaya, Rabu (9/5) kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KINERJA BAIK : Jajaran Komisaris dan Direksi PT Intanwijaya Internasional Tbk saat rapat umum pemegang saham tahunan di Hotel Gumaya, Rabu (9/5) kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Perseroan Terbatas (PT) Intanwijaya Chemical Industry Tbk yang bergerak di bidang manufaktur produk kimia ini, mengalami kemajuan performance/kinerja yang cukup baik di tahun 2017. Kemajuan diukur melalui indikator operasional pada 2017 yang terus mengalami kenaikan. Di antaranya, kinerja penjualan perseroan 2017 yang mengalami kenaikan sebesar Rp 93,64 miliar. Pada 2017, kinerja penjualan naik menjadi Rp 269,70 miliar dari Rp 176,06 miliar pada 2016.

”Kinerja keuangan perseroan tahun 2017 juga mendapat laba bersih sebesar Rp 16,55 miliar. Sementara tahun 2016 laba yang diperoleh sebesar Rp 9,98 miliar. Dengan kata lain, terjadi kenaikan sebesar 6,57 miliar atau sebesar 65 persen,” kata Komisaris PT Intanwijaya Internasional Tbk, Drs Trenggono Nugroho, dalam rapat umum pemegang saham tahunan di Hotel Gumaya, Rabu (9/5) kemarin, sembari mengatakan bahwa kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan  penjualan.

Lebih lanjut dijelaskan, kenaikan kinerja penjualan dan kinerja keuangan tahun 2017 terjadi karena perseroan telah merealisir relokasi 1 unit Formalin Plant dari Banjarmasin ke Semarang dengan kapasitas produksi sekitar 200 MT/ harinya. Sehingga penjualan pada 2017 (Banjarmasin dan Semarang) mengalami peningkatan, terutama untuk produk Urea Formaldehyde Resin (UFR).

Dengan peningkatan performance/ kinerja ini, lanjut Trenggono, dalam rapat umum diputuskan pula untuk membagikan dividen saham dengan rasio, 12 saham lama mendapat 1 saham baru atau seluruhnya sejumlah 15.086.296 saham. ”Keputusannya, membagikan dividen saham dari laba tahun buku yang berakhir 31 Desember 2017,” ujarnya didampingi Direktur Utama Tazran Tanmizi, Direktur Enrico Mosquera Djakman dan  Sondy Ardy,  serta Komisaris Independen, David Bingei.

Meskipun mengalami kenaikan, PT Intanwijaya Internasional Tbk akan terus melakukan upaya untuk menghadapi tantangan ke depan. Perseoran ini, ungkapnya, terus melakukan intensif asistensi di lokasi pabrik plywod, melakukan training dan komunikasi secara rutin dalam kunjungan ke pabrik-pabrik plywod. Upaya ini dilakukan karena variasi implementasi proses produksi pada tiap-tiap pabrik plywod membutuhkan penyesuaian-penyesuaian aplikasi resin.

”Kemudian, menjaga kesinambungan ketersediaan pasokan bahan baku yang dilakukan dengan selalu menjaga safety stock dan re-order point yang akurat. Semoga tahun 2018, perseroan akan mendapat manfaat yang lebih baik dari tahun 2017,” harapnya. (sga/ida)