Kampanye Bayar PBB-P2 dengan Flashmob

465
FLASHMOB : Warga Kota Magelang melakukan gerakan flashmob pembayaran PBB-P2 dengan menunjukkan SPPT. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
FLASHMOB : Warga Kota Magelang melakukan gerakan flashmob pembayaran PBB-P2 dengan menunjukkan SPPT. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Ratusan orang berkumpul di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, Rabu (9/5). Di tangan mereka, tampak kertas Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2). Dengan serentak mereka lalu bersama-sama melambaikan SPPT PBB-P2 yang dipegangnya.

Flashmob ini merupakan salah satu cara Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang untuk mengampanyekan patuh pajak demi kemajuan kota. Sigit juga ikut menari bersama mereka.

Kepala BPKAD Kota Magelang Larsita mengatakan, kesadaran membayar pajak di Kota Magelang sudah baik, namun akan terus ditingkatkan. Terbukti, realisasi penerimaan pajak selalu melampaui target. Ia mengungkapkan, pada 2017, dari target Rp 5,6 miliar, tercapai Rp 6,4 miliar di akhir tahun atau sebesar 114,95 persen. “Kemudian untuk tahun ini, kami menerbitkan 36.298 SPPT PBB-P2 dengan pokok ketetapan pajak Rp 6,5 miliar. Kita berusaha keras agar bisa melampaui target seperti tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Optimalisasi penerimaan pajak dilakukan dengan beberapa cara. Di antaranya, implementasi fasilitas host to host. Yaitu pembayaran pajak berbasis web service. “WP dapat membayar pajak melalui anjungan tunai mandiri (ATM), transfer, internet banking maupun mobile banking,” ujarnya.

Hal lainnya, diberlakukan sistem jemput bola atau membuka stan pembayaran online di beberapa pusat keramaian. Seperti di acara car free day tiap hari Minggu di Lapangan Rindam IV/Diponegoro. Juga di acara Magelang Fair beberapa waktu lalu.

Sigit mengapresiasi warga yang taat membayar pajak. Ia yakin, partisipasi masyarakat dalam menyetor pajak tepat waktu berdampak pada kemajuan pembangunan kota. “Semua (manfaatnya, Red) dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas pembangunan dan pelayanan seperti kesehatan gratis, pendidikan gratis dan lainnya,” tandas Sigit. (put/ton)