Jumlah Nomor dan Peserta Lebih Banyak

393
BANYAK PEMINAT: Sejumlah peserta Kejurnas Wushu melakukan registrasi ulang kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANYAK PEMINAT: Sejumlah peserta Kejurnas Wushu melakukan registrasi ulang kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ajang Kejurnas Wushu Piala Rektor Unnes III tahun 2018 yang digelar mulai Kamis (10/5) hingga Minggu (13/5) di Auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes), mendapat animo peserta yang tinggi. Hingga registrasi peserta, kemarin, tercatat sudah terdaftar 328 atlet taolu (peragaan jurus) dan sanda (pertarungan) yang ambil bagian. Mereka berasal dari 14 provinsi, termasuk tuan rumah Jateng.

Ketua Harian Pengprov WI Jateng Sudarsono mengungkapkan, tujuan digelarnya even tersebut sebagai program wushu goes to campus yang sudah dilakukan  pengprov bersama Unnes.”Kami sudah mengadakan agenda Piala Rektor tahun 2016 dan 2017.  Kenapa kegiatan ini tak dilanjutkan saja? Apalagi banyak atlet wushu Jateng yang menimba ilmu di sana,” kata Sudarsono di Semarang, kemarin.

Sudarsono menambahkan, dibanding penyelenggaraan dua even sebelumnya tahun ini mengalami  peningkatan penyelenggaaan dari nomor yang dipertandingkan dan jumlah peserta. Dijelaskan dia, jika pada tahun 2016 hanya menggelar satu nomor yaitu sanda, maka berkembang di tahun 2017 dengan tambahan nomor taolu A, B dan C. ”Pada tahun ini, tak hanya nomor sanda,  nomor taolu menjadi A,B, C dan D ditambah nomor tradisional untuk junior dan sanda. Selain jumlah provinsi juga bertambah,” kata wakil ketua umum II KONI Jateng itu.

Terkait provinsi yang berpartipasi? Sudarsono menyebut Sumut, Jabar, Papua, Bali, Jatim, Sumsel, DIY, Sumbar dan Lampung. Terkait dengan keikutsertaan atlet Jateng di ajang ini? Dia menjelaskan, semua atlet potensial akan memperkuat klub dan daerahnya masing-masing. Bahkan, ada yang membela dengan bendera Unnes.

Dijelaskannya, pihaknya berharap, para atlet Jateng bisa memanfdaatkan kejurnas tersebut sebagai sarana menimba pengalaman dan mengukur kemampuan diri. Soal prestasi atlet taolu, kata dia, Jateng memang masih sulit bersaing dengan Sumut, Jatim dan DIJ.

Tumpuan prestasi atlet wushu Jateng, katanya, yaitu nomor sanda. Dia mencontohkan dua atlet sanda Yusuf Widianto (kelas 56 kg) dan Puja Riyaya (70 kg) yang memperkuat timnas di Asian Games, Agustus nanti.”Saat ini keduanya sedang training camp di Cina dan 13 Mei nanti pindah ke Iran,” imbuhnya. (bas/zal)