Oleh: Dyah Ratnaningrum SPd
Oleh: Dyah Ratnaningrum SPd

RADARSEMARANG.COM – Seorang guru harus mengerti dan mengenali berbagai karakter siswa-siswanya. Terlebih bila guru sekaligus menjadi wali kelas. Dia  harus membantu mengatasi jika siswa -siswanya mengalami suatu masalah. Menangani siswa yang bermasalah dengan sanksi–sanksi atas pelanggaran aturan (tata tertib) sekolah memang penting. Pemberian sanksi diperlukan untuk mencegah dan mengatasi berbagai penyimpangan perilaku siswa. Namun demikian, sekolah bukan lembaga hukum yang serta merta harus menggunakan sanksi–sanksi untuk mengatasi masalah siswa-siwanya.

Ketika ada siswa berkali-kali terlmabat lalu tanpa ada klarifikasi langsung dijatuhkan sanksi maka itu bukan penegakan aturan yang tepat. Pasti ada sebab yang harus digali mengapa siswa tersebut sering terlambat. Sebab terjadinya keterlambatan pada siswa tersebut yang harus diatasi. Tentu banyak persoalan lain yang harus dipahami oleh guru/wali kelas dan perlu bantuan darinya untuk mencarikan solusinya. Tidak sedikit persoalan siswa berasal dari masalah di rumahnya.

Sekolah adalah lembaga pendidikan yang berusaha mendidik, membina, membimbing dan mengatasi siswa yang bermasalah. Untuk itu diperlukan penanganan secara interpersonal, bimbingan dan konseling.

Salah satu penanganan secara interpersonal tersebut adalah dengan mengunjungi  rumahnya ( Home visit ). Home visit dapat diartikan sebagai salah satu layanan dari kegiatan bimbingan yang dilakukan guru bimbingan konseling atau wali kelas dengan mengunjungi orang tua atau tempat tinggal siswa. Kunjungan rumah dan silaturahmi dengan orang tua atau wali siswa sangatlah perlu dilakukan. Home visit bukan hanya tugas dari seorang guru bimbingan dan konseling saja, akan tetapi untuk semua guru, lebih – lebih jika sebagai wali kelas atau guru kelas. Home visit juga tidak berlaku untuk semua siswa akan tetapi hanya diperuntukkan bagi siswa tertentu yang mengalami permasalahan.

Kegiatan home visit ini sebagai alternatif memecahkan masalah yang dihadapi siswa. Tujuan pertama untuk memperoleh keterangan atau data yang diperlukan dalam memahami lingkungan dan siswa. Kedua untuk mengubah dan memecahkan permasalahan yang dialami siswa. Kegiatan dalam home visit bisa berupa pengamatan dan wawancara tentang kondisi rumah tangga, fasilitas belajar dan hubungan antar anggota keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan yang dihadapi siswa.

Kerjasama antar guru sangat dibutuhkan dalam upaya mencari solusi masalah siswa dengan home visit. Masalah yang ditemukan dari kegiatan home visit perlu didiskusikan bersama agar diperoleh solusi yang tepat. Berbagi pengalaman antar guru dibawah arahan Kepala Sekolah sangat dibutuhkan agar solusi yang dipilih benar-benar dapat dilaksanakan oleh siswa yang bermasalah. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam menangani permasalahan anak juga turut menentukan keberhasilan penentuan solusi terbaik.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam home visit adalah keterbukaan antara orang tua dan guru tentang perilaku anak di sekolah maupun di rumah. Seringkali terjadi, orang tua setelah tahu guru anaknya akan berkunjung segera mengkondisikan semua hal. Mulai dari keadaan rumah, tingkah laku anak dan apa yang akan diceritakan pada sang guru. Begitu pula, ada kalanya guru hanya berbasa-basi dalam berkunjung ke rumah siswa dan pulang tanpa mendapatkan data yang detail tentang peserta didiknya. Guru terkadang sungkan dalam menjelaskan perilaku siswanya yang kurang baik di sekolah. Jika hal tersebut terjadi maka home visit tidak berpengaruh banyak.

Kegiatan home visit yang efektif akan menjadi wujud nyata kerjasama antara keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan. Ketiga aspek tersebut sangat berpengaruh dalam mewujudkan keberhasilan pendidikan, terutama pembinaan karakter peserta didik. Kepedulian sekolah terhadap permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik baik yang muncul dalam rumah atau lingkungan masyarakat menjadi pendorong para siswa menjadi betah di sekolah. Suasana nyaman dengan komunikasi yang hangat antara guru dan siswa menjadi faktor pendukung bagi keberhasilan proses pembelajaran. Sangat ironis, bila guru hanya menghendaki siswanya tampil prima di sekolah tanpa mempedulikan masalah yang terjadi di rumah. Keterlibatan guru dalam mencarikan solusi melalui home visit menjadi nilai tambah bagi penilaian masyarakat terhadap sekolah yang bersangkutan. Sudahkah sekolah Anda menerapkan home visit secara efektif? (tj3/2/zal)

Guru SMA Negeri 9 Purworejo