OLAH TKP: Petugas Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP di rumah korban. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OLAH TKP: Petugas Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP di rumah korban. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nasib apes dialami Hj Suryanti, warga Jalan Gedungsongo Raya, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat.  Ia menjadi korban kejahatan dengan modus gendam. Akibatnya, wanita yang berprofesi sebagai bidan ini mengalami kerugian hingga Rp 50 juta. Pelaku diduga berjumlah lebih dari seorang.

Peristiwa itu dialami korban Selasa (8/5) sekitar pukul 06.00. Bermula saat korban berolahraga di sekitar rumahnya. Tiba-tiba  korban didatangi tiga orang tak dikenal naik sebuah mobil. Saat itu, pelaku pria turun menghampiri korban. Tanpa disadari, pelaku menepuk tubuh korban. Saat itulah  korban diduga mengalami penurunan kesadaran.

Selanjutnya korban diajak masuk ke dalam mobil. Kemudian dibawa menuju tempat praktik bidan miliknya di Jalan Tarupolo 5 RT 7 RW 10 Gisikdrono Semarang Barat. Saat itulah, korban mulai diperdaya.

“Informasinya pelakunya tiga orang, satu masuk ke dalam sama pemilik rumah (Suryanti), satu mengawasi di jalan, dan satunya di dalam mobil,” jelas tetangga korban Busron di lokasi kejadian.

Menurut Busron, pada saat kejadian, tidak ada warga yang tahu. Sedangkan di dalam rumah hanya ada pembantu korban bernama Amalia Chrisna. Namun dia tidak menaruh curiga adanya aksi kejahatan di rumah dua lantai tersebut.

“Tidak ada yang tahu. Lemari tempat menyimpan perhiasan emas juga tidak ada kuncinya, terus dicongkel sama pelaku. Tadi bilangnya juga ada yang lihat mobil Avansa warna hitam di pinggir jalan, katanya plat depan N, cuma gak menghafal pelat nomornya,” terangnya.

Amel, bidan yang bekerja di rumah korban menjelaskan, majikanya datang bersama seorang laki-laki sekitar pukul 06.00. Namun pihaknya tidak menaruh curiga lantaran keduanya tidak menunjukan gelagat yang mencurigakan. “Ibu sampai sini sekitar jam 06.00 lebih. Saya tanya ibu sama siapa? Takutnya kan ibu sendirian, sebab lagi sakit. Ibu bilang sama ini. Cuma saya gak kenal. Tapi orangnya itu megangi ibu, saya kira sudah akrab seperti saudara, makanya saya tidak berpikir negatif,” ungkapnya.

Menurut Amel, pria yang masuk ke rumah majikannya berciri-ciri tubuh tinggi besar, kulit sawo matang, umur sekitar 30 tahun, berpakaian rapi, serta mengenakan kaos kerah sambil membawa tas kecil.  “Kata ibu (korban) ada tiga orang laki-laki, salah satunya memakai sarung dan peci di dalam mobil,” terangnya.

Menurut Amel, majikanya menyadari harta bendanya raib setelah diturunkan di tempat awal dijemput di sekitaran sebuah kampus STIE yang tidak jauh dari rumahnya di Jalan Gedongsongo Raya, Manyaran, Semarang Barat. Kemudian korban jalan kaki pulang menuju rumah dan bertemu dengan pembantunya.

Akibat kejadian ini, perhiasan korban senilai Rp 50 juta raib. Kejadian ini telah dilaporkan ke Polrestabes Semarang, guna diteruskan ke Unit Inafis Polrestabes Semarang untuk dilakukan Olah Tempat Kejadian Perkara. (mha/aro)