Wadahi Desainer Baru yang Belum Punya ‘Nama’

Lebih Dekat dengan Komunitas Benik Semarang

256
SINERGI: Para desainer muda yang tergabung dalam Komunitas Benik Semarang. (DOKUMENTASI BENIK)
SINERGI: Para desainer muda yang tergabung dalam Komunitas Benik Semarang. (DOKUMENTASI BENIK)

RADARSEMARANG.COM – Industri fashion kian berkembang. Desainer baru pun terus bermunculan. Komunitas Benik Semarang mewadahi para desainer baru untuk mengembangkan diri sekaligus mengenalkan karya-karya mereka ke publik. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

SEJUMLAH karya dari belasan desainer ditampilkan dalam gelaran Fashion Exposure di Taman Srigunting, Kota Lama, Semarang, baru-baru ini. Meski terbilang anyar di kancah dunia fashion, koleksi yang disajikan oleh para desainer ini mendapatkan apresiasi yang cukup baik dari masyarakat.

Fashion show ini adalah salah satu kegiatan kami dalam memfasilitasi sesama rekan desainer dalam menampilkan karya,”ujar Humas Komunitas Benik, Novita DP kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Komunitas yang terbentuk pada akhir 2016 ini berawal dari ide sejumlah alumnus salah satu sekolah desainer. Selain sebagai ajang silaturahmi antarsesama alumnus, komunitas dibentuk guna saling mendukung untuk terus berkarya.

Wadah ini juga dibentuk dalam upaya menjawab tantangan yang kerap dihadapi oleh para desainer baru. Ya, perlu diakui sebagai desainer baru yang belum memiliki ‘nama’, butuh kerja ekstra untuk dapat dilirik.

“Sebagai desainer baru, kami akui agak susah jika harus berpromosi sendiri. Beda halnya bila kami kompak bersatu. Salah satunya melalui fashion show bersama menampilkan koleksi masing-masing maupun koleksi hasil kolaborasi. Dengan begitu karya kami akan lebih mudah dilihat,”katanya.

Hal ini sesuai dengan filosofi dari nama komunitas tersebut. Ya, benik diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti kancing, sesuatu yang kecil tapi bermanfaat untuk menyatukan. Diharapkan komunitas ini dapat menjadi wadah untuk menyatukan desainer-desainer baru tersebut. Sehingga apa yang dikerjakan lebih bermanfaat.

Keunikan lagi dari komunitas ini, selain fashion show yang menampilkan karya masing-masing, mereka juga berkolaborasi, me-mix and match membuat satu koleksi bersama. “Hasilnya akan menjadi sebuah koleksi yang unik,”ujar pemilik label My Daily Hijab ini.

Selain fashion show, komunitas ini juga rutin menggelar workshop. Hampir tiap bulan, baik untuk kalangan internal maupun para fashion enthusiast di Semarang dan sekitarnya. Materi pun terus berganti mengikuti tema.

“Dengan adanya workshop, kami berharap industri fashion di Semarang ini tidak sepi dan terus berkembang. Melalui kegiatan tersebut juga, ternyata menarik banyak fashion enthusiast yang ingin bergabung. Sehingga seiring berjalannya waktu, ada juga anggota yang bukan berasal dari alumnus sekolah desainer,”katanya.

Ke depan, melalui kerja sama dengan instansi terkait, komunitas ini berencana mengadakan inkubator fashion. Inkubator tersebut terdiri atas kelas yang mengajarkan mulai dasar desain hingga mahir. Materi pelajaran akan diisi oleh para anggota komunitas.

“Kami ingin berbagi dan menularkan ilmu yang kami miliki. Sehingga diharapkan industri fashion, khususnya di Semarang dan sekitarnya ini bisa semakin ramai dan berkembang,”ujarnya. (*/aro)