Pengusaha Tak Harus by Nasab

239
GAYENG: Ketua BPD HIPMI Jateng, Ferry Firmawan (kanan) bersama jajaran pengurus HIPMI lainnya saat menjadi narasumber pada kegiatan dialog dengan jajaran redaksi dan manajemen Radar Semarang, Selasa (7/5) di ruang redaksi lantai 3 Radar Semarang. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAYENG: Ketua BPD HIPMI Jateng, Ferry Firmawan (kanan) bersama jajaran pengurus HIPMI lainnya saat menjadi narasumber pada kegiatan dialog dengan jajaran redaksi dan manajemen Radar Semarang, Selasa (7/5) di ruang redaksi lantai 3 Radar Semarang. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemerintah—tak terkecuali di Jawa Tengah—masih kurang optimalkan  menggerakkan potensi ekonomi di daerah. Salah satu indikasinya, angka kemiskinan masih tinggi dan lapangan kerja cukup minim. Persoalan itu akan sulit diatasi, jika hanya mengandalkan APBN, APBD Provinsi, maupun kabupaten/kota.

“Nah, di sinilah peran pengusaha dan swasta harus dilibatkan. Karena mereka bisa membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda ekonomi,” kata Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)  Jawa Tengah, Ferry Firmawan, Ph.D pada dialog dengan jajaran redaksi dan manajemen Jawa Pos Radar Semarang di ruang redaksi lantai 3 Gedung Jawa Pos Radar Semarang, Jalan Veteran 55, Selasa (7/5).

Ferry dan sejumlah pengurus BPD HIPMI Jateng—serta beberapa ketua HIPMI daerah—diundang oleh redaksi Radar Semarang untuk menjadi narasumber pada kegiatan dialog yang rutin diselenggarakan oleh redaksi. Tema dialog; Kiprah HIPMI, Peluang dan Tantangan Ekonomi Jawa Tengah 2018.

Ferry datang bersama jajaran pengurus, di antaranya, Tino Indra, Yama Fresdian Dwi S, Nanang HF (HIPMI Kendal), Ary Sulistyowati (HIPMI Kudus) dan M. Nurudin Al Madina (HIPMI Wonosobo). Turut dalam dialog,  Direktur Radar Semarang, Baehaqi; General Manager Radar Semarang, Iskandar; Pemred, Arif Riyanto; Redpel, Ida Nor Layla; redaktur, Pratono dan Rizal Kurniawan, dan kru Radar Semarang lainnya, baik dari bagian marketing iklan, umum, maupun redaksi.

Mengatasi tingginya pengangguran, ucap Ferry Firmawan, HIPMI Jawa Tengah berkomitmen terus mendorong generasi muda untuk  menjadi pengusaha. “Anak-anak muda saat ini memiliki energi yang kuat, ide kreatif, dan brilian. Sehingga bisa lebih menghidupkan serta meningkatkan gairah perekonomian di Jateng.” Utamanya, di Tengah,  di mana pengangguran dan kemiskinan menjadi persoalan yang belum bisa teratasi.

“Potensi ekonomi di Jateng sangat besar, bahkan sampai tingkat pedesaan. Dan saya yakin jika anak-anak muda mau mengelolanya, pasti akan mendongkrak ekonomi masyarakat,” kata Ferry.

Ferry mencontohkan, hampir setiap desa memiliki potensi ekonomi, baik berupa Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun potensi alam yang bisa digarap. Hanya saja, karena potensi tersebut tidak digarap maksimal, akhirnya belum memberikan dampak ekonomi.  Dalam posisi seperti itu,  HIPMI akan terus terjun ke level desa untuk mendampingi, agar potensi tersebut bisa tergarap oleh anak-anak muda di Jawa Tengah. “Ekonomi berbasis anak muda ini yang terus kami garap, karena mereka memiliki ide brilian untuk terus berinovasi.”

Tak hanya menyasar anak-anak muda di pedesaan, HIPMI Jawa Tengah juga memiliki basis di perguruan tinggi (HIPMI PT).  Setidaknya, 10 universitas di Jawa Tengah sudah digandeng HIPMI. “Bahkan, kami sudah melahirkan banyak start up di kampus,” kata Yama Fresdian, dari HIPMI PT. Yama menyampaikan, anak-anak muda di kampus yang tergabung dalam HIPMI PT, intens diberi pelatihan, pendampingan, dan  dicarikan modal, agar mereka bisa sukses menjadi pengusaha, meski masih di bangku kuliah.

“Kami juga menggandeng pesantren, agar virus berwirausaha bisa terus menyebar sampai pelosok. Menjadi pengusaha itu tidak harus by nasab, tetapi by nasib. Jika kita bersungguh-sungguh, pasti akan bisa meraih kesuksesan,” kata Ferry.

Pada kesempatan dialog, Ferry menegaskan, HIPMI  Jateng selalu solid dan kompak. Bahkan, kepengurusan sudah digodok. Saat ini tinggal menunggu pelantikan dari HIPMI Pusat. Karena itu, berbagai program sudah digagas. Di antaranya,  santrenprenuer, HIPMI Go to Campus dan Go to School. Saat ini, HIPMI Jawa Tengah bahkan ke desa-desa agar bisa berkontribusi untuk membangun dan meningkatkan ekonomi masyarakat Jateng.  “HIPMI Jateng terus solid dan berkomitmen bareng untuk ikut berpartisipasi membangun ekonomi Jateng,” kata Ferry yang juga anggota Komisi B DPRD Jateng tersebut.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi meminta HIPMI Jawa Tengah terus menggerakkan ekonomi berbasis anak muda. Sebagai organisasi anak muda, HIPMI harus bisa menunjukan peran sentralnya agar bisa berkontribusi dalam pembangunan perekonomian di Jateng. “Anak-anak muda  harus terus digandeng, karena mereka memiliki inovasi. Jika itu dimaksimalkan, tentu akan bisa mensejahterakan semua masyarakat,” katanya.

Baehaqi berharap, ke depan kerja sama dengan HIPMI terus terjalin untuk bersama-sama menggarap potensi ekonomi di seluruh desa se-Jawa Tengah. Peran media sangat penting, untuk bisa terus mengawal dan memasarkan berbagai potensi tersebut ke publik.  “Apalagi Jawa Pos merupakan media dengan readership atau pembaca terbanyak di Indonesia bersadarkan survei AC Neilsen pada 2018 ini.” Dialog yang dimoderatori oleh Iskandar, diakhiri dengan sesi foto bersama di ruang redaksi Radar Semarang. (fth/isk)