Jangan Pelit Apresiasi Walau Sekadar Memuji

181
Direktur Jawa Pos Radar Semarang (Oleh: Baehaqi)
Direktur Jawa Pos Radar Semarang (Oleh: Baehaqi)

RADARSEMARANG.COM – JARUM jam di handphone saya menunjuk pukul tujuh belas kurang empat menit. Sebagian besar karyawan Polda Jateng telah pulang. Namun, Kapolda Irjen Pol Condro Kirono masih di ruangannya. Dia mendisposisi surat-surat sebelum menerima saya di ruangannya itu pula.

Senin lalu, saya dan seluruh manajer Jawa Pos Radar Semarang menghadap kapolda untuk dua kepentingan. Selain bersilaturrahim (gedung kami bertetangga), juga untuk memberikan apresiasi. Polda Jateng menaruh kepercayaan kepada Jawa Pos untuk memberikan penghargaan kepada anggotanya yang berprestasi.

“Polisi yang telah bekerja dengan baik juga perlu diapresiasi,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika menyerahkan Police Award 2018 di Mapolda Jateng bulan lalu. Kebetulan saya juga diundang. Pemrakarsanya Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

Condro contoh polisi tegas. Tetapi beliau punya hati. Diletakkannya sedikit hati itu di pikiran. Jadilah beliau orang yang bijaksana. Dia pandai membuat orang bangga. Selagi acara Police Award masih berlangsung dia beranjak dari tempat duduknya di samping kapolri. Dia salami satu persatu tamu yang hadir.

Ketika menerima kami, dia mengajak salam komando satu persatu di antara kami. Ajudannya mengabadikan. Itulah bagian dari apresiasi yang membuat orang bangga. Pemberian penghargaan kepada anak buahnya yang berprestasi itu juga bagian dari apresiasinya.

Polisi yang diberi penghargaan merasa bangga. Mereka pun terus berpacu meningkatkan prestasi. Itu mendorong polisi-polisi lain berbuat serupa. Jadi, jangan dicaci maki. Mereka sudah kenyang caci makian orang-orang yang tidak menyadari ketegasan polisi.

Bukan hanya polisi yang perlu diapresiasi. Tentara pun demikian. Maka ketika Komandan Kodim 0718/Pati Letnan Kolonel (Arm) Arif Darmawan SSos MM mendapat juara II pelaksanaan TMMD reguler tahun ini, dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada saya.

‘’Kami beserta keluarga besar Kodim 0718/Pati mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bantuan, dukungan manajemen Jawa Pos, sehingga kami dapat meraih prestasi sebagai juara II dalam pelaksanaan TMMD reguler dari perwakilan 50 Kodim se-Indonesia. Salam hormat kami untuk keluarga dan seluruh manajemen Jawa Pos.’’

Inti dari kalimat Dandim tersebut adalah apresiasi. Dandim mengapresiasi dukungan dan kerja sama Jawa Pos. Kenapa? Jawa Pos mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan Kodim Pati dalam mengembangkan masyarakat melalui pemberitaan-pemberitaannya. Akhirnya, upaya Kodim tersebut mendapat apresiasi Mabes AD sebagai juara II.

Kodim Pati yang diapresiasi oleh Mabes AD semakin bersemangat. Sama halnya dengan Kodim 0717/Purwodadi yang tahun lalu juga meraih juara di bidang yang sama. Kodim itu juga bekerja sama dengan Jawa Pos untuk memberitakan kegiatan-kegiatannya.

Sekarang lagi gencar-gencarnya orang memberikan apresiasi. Lihat saja. Di mana-mana ada wisuda. Sekarang saatnya wisuda anak-anak yang lulus SMA dan sederajat. Sebentar lagi lulusan SMP. Disusul kemudian lulusan SD, TK, dan kelompok bermain. Mereka juga bangga apabila wisuda mereka juga diapresiasi di media massa. Dan, Jawa Pos Radar Kudus dan Radar Semarang yang saya pimpin memberi ruang untuk mereka.

Sabtu lalu saya mendampingi wisuda anak ragil. Lama sekali. Mulai dari jam 08.00 sampai hampir 13.00. Acaranya resmi. Sidang guru. Mereka dijemput oleh pasukan yang dipimpin oleh siswa berkarakter wayang. Kemudian ada sambutan-sambutan. Oleh enam orang. Dan, yang paling lama adalah pemberian sampul ijazah. Ijazahnya sendiri belum jadi. Yang penting, semua senang.

Tanggal 11 Mei nanti Jawa Pos Radar Semarang juga memberikan apresiasi kepada 30 orang yang layak disebut inspirator bagi masyarakat. Salah satu di antaranya Kapolda Irjen Pol Condro Kirono. Acaranya digelar di Hotel Aston Semarang.

Jawa Pos Radar Kudus yang juga saya pimpin juga berencana memberikan apresiasi. Kepada para bupati atas keberhasilannya. Juga person-person atas jasa-jasanya. Menurut rencana, penghargaan akan diberikan 13 Juli nanti di Hotel @HOM Kudus. Sekarang lagi digodok nominasinya.

Apresiasi itu sebagai penghargaan terhadap aktualisasi diri. Dalam teori kebutuhan Maslow, aktualisasi itu termasuk kebutuhan dasar manusia. Penghargaan bisa macam-macam. Bisa dengan kata-kata. Emoticon seperti yang banyak di WhatsApp (WA). Reaksi anggota tubuh. Juga pemberian hadiah. Ucapan terima kasih juga apresiasi. Akan menjadi bermasalah apabila seseorang tidak mau memberi apresiasi.

Di lingkungan apapun apresiasi itu penting. Di keluarga, perusahaan, instansi, dan masyarakat. Bukan sekadar membangkitkan semangat, tetapi bisa meningkatkan kinerja. Maka, jangan pelit memberikan apresiasi.

Apresiasi bisa diberikan dalam berbagai bentuk. Yang sederhana, misalnya, hanya sekadar sanjungan. Sangat gampang. Kepada anaknya yang mengurus dirinya sendiri, seorang ibu mengatakan, ‘’Aduh, pinternya anakku.’’ Seorang bos memuji, ‘’Kau cantik sekali hari ini,’’ kepada karyawannya yang hari itu menyelesaikan pekerjaan dengan baik walaupun penampilannya kusut. Yang lebih sederhana lagi, ya, dengan jempol. Di WA sudah disediakan banyak emoticon.

Apresiasi yang lebih tinggi adalah dengan memberikan penghargaan. Bisa hanya dengan pemberian predikat atau disertai hadiah. Inilah yang disebut reward. Biasanya diukur dari sisi produktivitas. Di perusahaan diukur dengan pencapaian omzet, laba, atau indikator lainnya.

Repotnya, kalau perusahaan belum mencapai hasil yang diinginkan, tetapi karyawan sudah bekerja dengan baik. Inilah yang saya hadapi sekarang. Ingin memberikan bonus tetapi omzet dan laba belum mencapai proyeksi. Lantas apa ukuran memberikan bonus itu? Apakah kalau bonus diberikan, omzet dan laba bisa meningkat?

Pilihannya sungguh sulit. Saya mencoba berkaca pada perusahaan-perusahaan multinasional yang memberikan banyak fasilitas kepada karyawannya. Google bisa meningkatkan produktivitas karyawan dengan berbagai fasilitas yang wah. Saya tidak bisa meniru. Perusahaan Jawa Pos Radar Kudus dan Radar Semarang yang saya pimpin belum besar. Tetapi, saya bisa mengambil semangatnya.

Saya yakin karyawan juga memiliki hati. Mereka juga akan mengapresiasi tindakan yang dilakukan perusahaannya. Mudah-mudahan bonus atas proses kerjanya yang baik di Radar Kudus dan Radar Semarang yang cair hari ini, bisa meningkatkan produktivitas. (hq@jawapos.co.id)