DEKLARASI : Ketua PP Fatayat NU, Anggia Ermarini dan pengurus Fatayat NU mendeklarasikan dukungan kepada Cak Imin menjadi wakil presiden 2019. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEKLARASI : Ketua PP Fatayat NU, Anggia Ermarini dan pengurus Fatayat NU mendeklarasikan dukungan kepada Cak Imin menjadi wakil presiden 2019. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–PP Fatayat NU deklarasikan diri dukung Muhaimin Iskandar/ Cak Imin menjadi wakil presiden 2019. Sedikitnya ada sekitar 8 juta anggota Fatayat di seluruh tanah air sepakat mendukung mantan Menakertrans ini menjadi orang nomor dua di Indonesia.

Ketua PP Fatayat NU Pusat, Anggia Ermarini menjelaskan, selain merupakan kader NU, Cak Imin dinilai memiliki pengalaman luar biasa setelah bertahun-tahun malang melintang di dunia perpolitikan. ”Kami ingin ada wakil kami di pemerintahan. Sehingga momen ini, adalah momen yang tepat setelah PP Fatayat NU melihat banyak sekali arus dari daerah yang menginginkan ada perwakilan dari Nahdliyin,” jelasnya.

Anggi menegaskan bahwa keputusan mendukung Cak Imin bukanlah semata-mata kebijakan dari pimpinan fatayat pusat. Sebab, hingga tingkat ranting, sebelumnya sudah ada permintaan untuk mengusung Cak Imin sebagai wakil presiden 2019. ”Sebagai wakil presiden, bukan hanya sebagai calon,” tegasnya saat ditemui di Semarang, Selasa (8/5) kemarin.

Ditanya mengenai alasan mengusung Cak Imin sebagai wakil presiden, Anggi menjelaskan bahwa selain sudah malang melintang di dunia politik, Cak Imin dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap perempuan. Hal ini dirasa sesuai dengan visi misi Fatayat NU di bidang pemberdayaan perempuan. ”Di Fatayat bicara mengenai pemberdayaan perempuan dan anak. Secara politik dan kebijakan, akan lebih menendang kalau kita punya wakil di pemerintahan,” ujarnya.

Selain itu perhatian Cak Imin, ketika masih menjabat sebagai menteri, terhadap kepentingan TKI, persoalan trafficking, pemberdayaan perempuan di desa untuk memiliki pekerjaan layak, memberikan satu tambahan rasionalisasi bagi fatayat untuk mendukung Cak Imin. (sga/ida)