RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin ini adalah kiasan yang pas dengan pengalaman yang dialami Siti Fatimah (68) warga Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Saat ia bermaksud berobat namun malah menjadi korban penipuan. Hasilnya, Siti Fatimah tidak juga sembuh dan bahkan kehilangan 1 ons emas serta uang tunai Rp 2 juta.

Kini, Polres berhasil membekuk pelaku penipuannya yakni Andi Wibowo alias Pras, 64, warga Muneng, Kelurahan Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DI Jogjakarta diringkus.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan menjelaskan, kasus penipuan ini berawal saat korban hendak berobat di Rumah Sakit Ken Saras, Kabupaten Semarang pada 14 Maret 2018 silam. Ketika korban antre berobat, pelaku mendatanginya. Kemudian pelaku berbincang dan akhirnya merayu korban untuk berobat alternatif ke salah seorang dukun kenalannya yang bernama Gatot.

Untuk menyakinkan korban, pelaku mengaku sudah pernah mengobatkan istrinya ke dukun tersebut dan sembuh. Tak hanya itu, pelaku juga bercerita bahwa dukun tersebut bisa menggandakan uang atau perhiasan. Setelah korban tertarik untuk berobat ke dukun tersebut, lantas mereka janjian bertemu disebuah rumah makan di Salatiga.

“Dalam pertemuan di rumah makan, pelaku mengenalkan Gatot kepada korban. Selanjutnya, mereka mambahas persyaratan yang harus dipenuhi korban untuk ritual pengobatan. Syaratnya antara lain pelaku meminta semua barang berharga dan uang untuk sarana ritual pengobatan,” terang Kapolres Yimmy Kurniawan.

Terbujuk rayu, korban kemudian memenuhi persyaratan yang diminta karena pelaku berjanji akan mengembalikan semua barang dan uang yang digunakan untuk ritual. Adapun barang yang diserahkan berupa sejumlah perhiasan emas dengan berat total 1 ons dan uang tunai senilai Rp 2 juta.

Setelah menerima perhiasan dan uang, kemudian Gatot melakukan ritual di hadapan korban. Seusai ritual, Gatot dan Andi menyerahkan tas plastik warna hitam kepada korban dan sebuah kaleng yang tertutup rapat. Pelaku berpesan kepada korban bahwa tas plastik itu isinya uang dan kaleng berisi perhiasan emas namun tidak boleh dibuka saat itu juga. Tas dan kaleng baru boleh dibuka dua hari kemudian. Setelah dibuka, ternyata tas plastik itu berisi potongan kertas koran. Sedangkan kaleng isinya beberapa bungkus permen dan potongan kertas koran.

Petugas Satreskrim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku Andi Wibowo di daerah Jogjakarta. Namun tersangka Gatot kabur dan hingga saat ini masih dalam pengejaran. Dalam pemeriksaan tersangka Andi mengaku perhiasan hasil penipuan dijual kepada Suharto, 52, warga Patangpuluhan Kelurahan Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Jogyakarta. Sejumlah perhiasan tersebut laku terjual Rp 30 juta. Kemudian uang hasil penjualan  perhiasan tersebut dibagi rata. Tersangka Andi mendapat bagian Rp15 juta dan Gatot Rp15 juta. Penadahnya juga sudah ditahan dan dijerat dengan Pasal 480 KUHP. Sedangkan tersangka Andi dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (sas/bas)