33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Pasar Malam di Bekas Pasar Yaik Baru Disoal

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasca dilakukan pembongkaran Pasar Yaik Baru, ternyata lahan tersebut digunakan sebagai wahana permainan pasar malam. Namun keberadaan wahana tersebut mendapatkan pertentangan dari Takmir Masjid Agung Semarang dan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, sejumlah wahana sudah berdiri khas pasar malam. Sebut saja wahana tong setan, kincir angin, komedi putar, bianglala dan masih banyak lagi. Dikhawatirkan wahana permainan itu akan mengganggu kenyamanan aktivitas kegiatan peribadatan di Masjid Kauman.

“Kami tidak tahu jika eks Pasar Yaik Baru digunakan wahana permainan. Keberadaannya dikhawatirkan mengganggu kegiatan ibadah di masjid dan menyakit para pedagang yang sebelumnya direlokasi,” kata Sekretaris Takmir Masjid Agung Semarang (MAS), Muhaimin.

Ia meminta agar keberadaan pasar malam dan wahana permainan di dekat masjid untuk ditinjau ulang. Pasalnya, wahana permainan yang besar pasti dilengkapi dengan pengeras suara yang akan mengganggu kegiatan di masjid. “Kami tegaskan keberadaan wahana permainan di lokasi itu harus ditinjau ulang,” desaknya.

Tradisi pasar tiban jelang Ramadan, lanjut dia, memang harus dilaksanakan di area sekitar MAS, karena sudah menjadi tradisi dan budaya. Namun ia menekankan, wahana yang ada di bekas Pasar Yaik Baru bukan dari pihak MAS yang melaksanakan. “Setiap tahun selain di bekas Yaik Baru kami yang menyelenggarakan, tapi permainanya terbatas dan tidak menempati Yaik Baru, istilahnya mini dugderan,” imbuhnya.

Selain meminta untuk ditinjau ulang, menurut dia, wahana permainan yang besar harus ditempatkan di satu lokasi, yakni di lokasi area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Selain lahan lebih luas, di lokasi itu juga bisa menghidupkan area relokasi pedagang eks Pasar Johar yang berjualan. “Kalau di Masjid Agung Semarang, kami mempertahankan budaya  dan tradisi,” ucapnya.

Ketua DPRD Kota Semarang, Surpriyadi, mengaku sangat prihatin dengan adanya wahana permainan yang berdiri di bekas Pasar Yaik Baru yang notabene masih dilakukan renovasi. Ia pun menilai jika kegiatan tersebut tidak pas ditempatkan di lokasi tersebut. “Saya rasa tidak pas, akan mengganggu kekusyukkan ibadah. Bahkan tidak relevan dan representatif, dulu memang ada alun-alun. Tapi kalau dipakai sekarang, sekali lagi tidak pas,” katanya. (den/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Undip terima Hibah Kandang Closed House

SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) mendapat hibah sebuah kandang closed house dari PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) untuk meningkatkan pembelajaran di bidang perunggasan. Seperti...

Masyarakat Jateng Ingin Perubahan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Calon Gubernur Jateng Sudirman Said optimistis perubahan akan terjadi di Jawa Tengah pada 27 Juni 2018 mendatang. Pasalnya, setelah berkeliling ke...

BPJS Kesehatan Gandeng BNI

RADARSEMARANG.COM, SURAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan program “Tabungan Sehat” dengan mengandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Pelayanan ini dikhususkan...

Solusi Kebocoran PAD, Terapkan Retribusi Elektronik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebagai upaya meminimalisasi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD), Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan ujicoba penerapan pembayaran retribusi pasar dan jasa pelayanan secara...

Digugat Jasa Konstruksi, Pemkab Tunjuk Kejari

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Batang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang terus berkomitmen dan bekerja sama dalam bidang pendampingan hukum. Salah satunya,...

Sekolah Perlu Wujudkan Pendidikan Keluarga

KEBERHASILAN sebuah pendidikan bukan hanya terletak pada kualitas guru, kualitas peserta didik, kelengkapan sarana penunjang, tetapi juga dukungan dari orang tua siswa. Untuk itu,...