33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Optimalkan Peran Desa Buku

Targetkan 1.000 Pengunjung

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 83 guru dan pustakawan se-Kota Magelang mengikuti kegiatan sosialisasi dan gerakan literasi yang difasilitasi oleh tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di Desa Buku Jalan Cempaka no 2 Kelurahan Kemirirejo Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang, tepatnya di Komplek Witasa Taman Kyai Langgeng, Sabtu (5/5) lalu.

Ketua tim pendampingan gerakan literasi, Apa Manfaatnya Bagiku (AmBak) LPPM UNS Surakarta, Sri Haryati menuturkan, kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memberi motivasi kepada para praktisi perpustakaan di sekolah, supaya tergerak hatinya untuk mengelola dengan baik sesuai standar manajemen perpustakaan yang benar. Harapannya bisa menimbulkan daya tarik para siswa untuk membaca di perpustakaan.

Menurut Atik, sapaan akrab Sri Haryati, selama ini para praktisi pendidikan, pengelola perpustakaan sekolah, belum memiliki kompetensi yang memadai tentang kepustakaan sehingga gerakan literasi belum berjalan optimal. “Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat memberi informasi dan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan perpustakaan yang benar dalam mendukung gerakan lirerasi,” ungkapnya.

Perempuan asal Kota Magelang itu melanjutkan, kegiatan sosialisasi semacam ini nantinya akan digelar berkelanjutan dengan tindak lanjut pendampingan secara terprogram. “Desa buku yang ada di komplek Wisata Taman Kyai Langgeng, sejauh ini rata-rata hanya 250 pengunjung per bulan. Dengan kegiatan dan pendampingan yang kita lakukan, target kami per bulan ada 1000 pengunjung,” tekadnya.

Tim AmBak LPPM UNS Surakarta di Kota Magelang terdiri dari Sri Haryati yang dibantu dua orang dosen, yakni Dewi Rochsantiningsih dan Ellisa Indriyani. “Dalam acara opening kali ini, selain tiga tim pendamping tadi, kami juga mendatangkan pustakawan senior Ibu Riah Wiratningsih, Ketua Divisi TIK UPT Perpustakaan UNS,” jelasnya. (san/sct/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This