Nyoblos Tak Harus Pulkam

221
SOSIALISASI HAK PEMILIH : KPU Kota Semarang saat menggelar sosialisasi mengenai Pilgub 2018 di Resosialisasi Argorejo Sunan Kuning, kemarin. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)
SOSIALISASI HAK PEMILIH : KPU Kota Semarang saat menggelar sosialisasi mengenai Pilgub 2018 di Resosialisasi Argorejo Sunan Kuning, kemarin. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penghuni Resosialisasi Argorejo atau yang lebih dikenal dengan Sunan Kuning (SK) diharapkan menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018.

Sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat, tak terkecuali penghuni SK, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar sosialiasi di komplek SK, Senin (7/5).

“Memilih itu merupakan hak setiap warga. Bahkan kaum disabilitas juga mempunyai hak yang sama untuk didatangi oleh KPU,” kata Devisi Logistik dan Keuangan Komisioner KPU Kota Semarang Siti Prihatiningtyas.

Siti berharap, dengan sosialisasi ini tingkat partisipasi bisa meningkat. Sebab, selama ini masih ada anggapan, menggunakan hak suara harus pulang ke tempat asal alias pulkam.

“Mereka beranggapan bahwa pada saat pencoblosan masih bekerja sehingga tidak mungkin pulang. Ada sebagian yang  beranggapan bahwa seperti tugas belajar, bekerja, dan sakit sehingga tidak bisa mencoblos,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, hal tersebut bisa difasilitasi menggunakan formulir A5. “Selama dia mempunyai E KTP atau surat keterangan dan sudah tercantum di DPT asal, bisa menggunakan hak suara dimana saja, tidak harus pulang kampung,” imbuhnya.

Siti mencontohkan misalnya dari daerah Jepara, sudah tercantum di daerahnya kemudian tidak bisa pulang maka bisa pindah dengan memakai E KTP dengan A5. “Jadi dia minta surat keterangan pindah dengan membawa A5 coblos di tempat mereka bekerja saat ini,” katanya.

Surat pindah tersebut bisa meminta ke KPU Kota Semarang dengan rentan waktu sepuluh hari sebelum pemungutan suara.

Ketua Resort Argorejo, Suwandi mengapresiasi langkah KPU, dengan begitu anak asuhnya bisa memberikan hak suaranya.

“Kegiatan ini sangat berharga sekali bagi kami karena melalui kegiatan ini anak asuh bisa tahu cara menggunakan hak pilihnya,” katanya.

Seorang peserta, Rahayuningsih berharap gubernur terpilih nantinya mampu memberikan solusi tentang persoalan yang dihadapi saat ini. “Kalau bisa tidak menutup SK,” harapnya. (hid/zal)