33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Manufacturing Hope

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Empat orang meninggal: terlalu bernafsu. Mencari harta karun ini. Ratusan lainnya masih penasaran.

Ini gara-gara orang kaya satu ini: Forrest Fenn. Umur 87 tahun. Tinggal di Santa Fee, New Mexico. Masih hidup. Berbisnis barang antik.
Rupanya dia ketularan sifat bisnisnya: pikirannya pun antik. Dia taruh sebagian hartanya dalam satu peti. Berupa emas batangan, rubi, berlian dan buku biografinya. Total senilai Rp 13 miliar. Lalu dia tanam di sebuah tempat rahasia. Di pegunungan Rocky Mountain. Siapa pun boleh menemukan harta itu. Dan memilikinya.

Forrest Fenn

Wartawan Disway satu-satunya di Rocky Mountain.Tapi pegunungan Rocky Mountain begitu luas. Begitu panjang. Dari New Mexico sampai Wyoming. Hanya orang seperti Winnetou yang mampu menjelajahinya. Atau Old Shatterhand. Tapi mereka hanya tokoh dalam novel. Juga tidak akan tertarik harta karun Forrest Fenn. Winnetou punya harta karun sendiri. Yang tak ternilai. Dia rahasiakan tempatnya. Di Rocky Mountain. Mereka pun sudah meninggal. Bagaimana meninggalnya saya tidak tahu. Saya tidak mampu meneruskan membaca novel ini. Tidak kuat membayangkan nasib tragis yang akan menimpa Winnetou. Inilah satu-satunya novel yang tidak saya baca sampai habis. 40 tahun yang lalu. Baru saya habiskan belakangan ini.

Forrest Fenn menyadari luasnya Rocky Mountain. Karena itu dia memberi petunjuk. Arah. Tanda-tanda. Wujudnya sebuah puisi:

Begin it where warm waters halt
And take it in the canyon down,
Not far, but too far to walk.
Put in below the home of Brown.

Puisi teka-teki. Heboh.

Itu tahun 2010. Sampai hari ini belum ada yang menemukannya. Sudah lebih 300 orang menjelajah Rocky Mountain. Saya bisa membayangkan beratnya petualangan ini. Saya pernah menyusuri pegunungan ini. Dua tahun lalu. Mulai dari Montana, Wyoming, South Dakota, Colorado, Arizona sampai Utah. Setir mobil sendiri. Selama 15 hari. Luar biasa indahnya. Terutama di Yellow Stone. Luar biasa terjalnya. Satu orang pemburu dari kota Batavia, dekat Chicago, meninggal di daerah ini. Luar biasa ngerinya. Terutama di Colorado.

Menyadari kesulitan itu Fenn memberikan indikasi baru: tidak di dekat kuburan. Tidak pula di bawah air. Tidak di dalam sebuah bangunan.
Fenn menjadi asyik sendiri. Di umurnya yang kian tua. Baru-baru ini dia mengumumkan indikasi baru. Dia sangat khawatir keburu mati. Sebelum ada yang bisa menemukannya. Katanya: jangan sampai baru ditemukan 1.000 tahun lagi.

Tiap hari Fenn menerima 150 email. Fenn memang membangun website khusus untuk ‘proyeknya’ ini. Di situlah dia membangun keasyikannya. Mempermainkan (emosi) orang.

Awalnya Fenn terkena kanker. Tahun 2008. Saat dia berumur 77 tahun. Bersamaan dengan krisis ekonomi yang berat di Amerika. Dan dunia. Masyarakat begitu aulit. Dilanda stress masal. Dia ingin memberikan impian. Membangun harapan. Manufacturing hope. Dengan menanamkan harta karun itu.

Ternyata dia sembuh dari kankernya. Humornya, keasyikannya, optimesnya dan hopenya mengalahkan kankernya.

Tapi, seperti bunyi sebagian email yang masuk ke dia, Fenn dianggap menyiksa orang. Kan harta itu bisa dijual untuk beramal. Atau: Fenn telah membunuh empat orang.

Fenn tidak peduli. Terus saja asyik dengan permainannya. Bahkan kian menggemaskan. Lihatlah pengumuman terbarunya:
Hampir saja ada yang menemukan. Sudah ada yang mencapai lokasi. Tinggal 200 meter lagi ke harta karun. Bahkan ada yang tinggal 60 meter.

Huh! Semua pencari menggunakan imajinasinya sendiri. Yang mencari di Wyoming mengira dialah yang dimaksud ‘tinggal 60 meter’ itu. Demikian juga yang pencariannya di Colorado. Padahal jarak kedua lokasi itu seperti Banyuwangi ke Banten.

Begitu asyiknya permainan orang tua satu ini. Lahirlah banyak blog. Yang ingin membantu. Atau menjerumuskan. Lahir pula banyak buku. Yang nebeng ketenaran.

Forrest Fenn, pernah bertempur di Vietnam. Sebagai Angakatan Udara Amerika. Kini dia bertempur dengan imajinasinya. Kalau suatu saat saya ke Santa Fee lagi sungguh ingin memburunya. Dia lebih harta karun dari harta karunnya.

Seseorang, apalagi pemimpin, memang harus mampu memberikan hope. Untuk membangun optimisme. Tapi bukan pepesan kosong.(dis)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Kembangkan Porang untuk Pengawet Mi

MAGELANG--Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang saat ini getol membudidayakan tanaman porang (amorphopallus oncophillus) yang memiliki banyak manfaat. Tanaman porang bisa digunakan sebagai...

Cetak Generasi Muda Wirausaha

TEMANGGUNG- Beragam produk lokal unggulan serta hasil kreasi para siswa SMK Swadaya Temanggung dipamerkan dalam ajang Expo 2017. Pameran berlangsung selama tiga hari, mulai...

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Sedikitnya 2.475 botol minuman keras berbagai jenis dan ukuran dimusnahkan jajaran Polres Salatiga. Kegiatan pemusnahan miras di Mapolres Salatiga ini merupakan...

Petahana Nyatakan Kembali Maju

MUNGKID—Teka-teki pencalonan Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP pada Pilkada Juni 2018 mendatang, akhirnya terjawab. Petahana itu, Senin (21/8) kemarin, mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat...

Targetkan Pendapatan 1,4 T

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Phapros tahun ini menargetkan pendapatan bisa mencapai Rp 1,4 triliun atau meningkat dua digit dibanding revenue tahun sebelumnya. Direktur Utama...

Tingkatkan PAD, Bupati Maksimalkan Aset

KAJEN–Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab Pekalongan sepakat melakukan kesepahaman bersama atau MoU (Memorandum Of Understanding) tentang konsultasi bisnis dalam pengelolaan barang milik...