Maksimalkan Load Factor, Ubah Jadwal Penerbangan

896

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Maskapai penerbangan, My Indo Airlines baru-baru ini melakukan jadwal ulang penerbangan. Yaitu dari pukul 12.30 dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang – Jakarta – Singapura menjadi last flight pukul 22.30. Pergantian jadwal guna memaksimalkan load factor.

Vice President Commercial MY Indo Airlines, Muhammad Ridwan mengatakan, selama 10 bulan MY Indo Airlines memiliki jadwal penerbangan dari Semarang-Singapura pada pukul 12.30. Dengan waktu penerbangan siang, dinilai kurang efektif menampung pengiriman barang dari para eksportir di Jawa Tengah. “Karena itu, kami ubah jadwal penerbangan pada 22.30 terhitung mulai 2 Mei lalu,” ujarnya, kemarin.

Dengan last flight, Ridwan berharap load factor kapasitas pesawat kargo sebanyak 15,5 ton bisa maksimal. Pihaknya mendorong anggota Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik (ASPERINDO) dan ALFI Jawa Tengah bisa memanfaatkan pesawat freighter tersebut. “Kami mendorong semua eksportir, anggota ASPERINDO Jateng dan ALFI bisa menggunakan MY Indo, karena cut off kami sampai 20.00,” ujarnya.

Ketua ASPERINDO Jateng, Tony Winarno menyambut baik perubahan jadwal tersebut. Menurutnya, potensi e-commerce Jawa Tengah cukup berkembang pesat. Ditambah lagi, adanya pesawat khusus kargo dengan penerbangan terakhir pukul 22.30 akan menambahkan gairah perekonomian daerah yang berimbas positif dengan terdongkraknya ekspor dari Jateng.

“Kami menyambut gembira dengan adanya MY Indo Airlines yang melakukan reschedule penerbangan. Perusahaan jasa pengiriman dari berbagai kota di Jawa Tengah, seperti Solo, Purwokerto, Kudus dan Pekalongan bisa tertampung dengan penerbangan tersebut,” ujarnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, ASPERINDO Jawa Tengah telah bekerjasama MY Indo Airlines dengan menggandeng PT Delta Aero Support. Melalui kerjasama tersebut, biaya pengiriman barang mendapat promo selama satu bulan yakni 3.300/kg. (dna/IDA)