Maksimalkan Load Factor, Ubah Jadwal Penerbangan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Maskapai penerbangan, My Indo Airlines baru-baru ini melakukan jadwal ulang penerbangan. Yaitu dari pukul 12.30 dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang – Jakarta – Singapura menjadi last flight pukul 22.30. Pergantian jadwal guna memaksimalkan load factor.

Vice President Commercial MY Indo Airlines, Muhammad Ridwan mengatakan, selama 10 bulan MY Indo Airlines memiliki jadwal penerbangan dari Semarang-Singapura pada pukul 12.30. Dengan waktu penerbangan siang, dinilai kurang efektif menampung pengiriman barang dari para eksportir di Jawa Tengah. “Karena itu, kami ubah jadwal penerbangan pada 22.30 terhitung mulai 2 Mei lalu,” ujarnya, kemarin.

Dengan last flight, Ridwan berharap load factor kapasitas pesawat kargo sebanyak 15,5 ton bisa maksimal. Pihaknya mendorong anggota Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik (ASPERINDO) dan ALFI Jawa Tengah bisa memanfaatkan pesawat freighter tersebut. “Kami mendorong semua eksportir, anggota ASPERINDO Jateng dan ALFI bisa menggunakan MY Indo, karena cut off kami sampai 20.00,” ujarnya.

Ketua ASPERINDO Jateng, Tony Winarno menyambut baik perubahan jadwal tersebut. Menurutnya, potensi e-commerce Jawa Tengah cukup berkembang pesat. Ditambah lagi, adanya pesawat khusus kargo dengan penerbangan terakhir pukul 22.30 akan menambahkan gairah perekonomian daerah yang berimbas positif dengan terdongkraknya ekspor dari Jateng.

“Kami menyambut gembira dengan adanya MY Indo Airlines yang melakukan reschedule penerbangan. Perusahaan jasa pengiriman dari berbagai kota di Jawa Tengah, seperti Solo, Purwokerto, Kudus dan Pekalongan bisa tertampung dengan penerbangan tersebut,” ujarnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, ASPERINDO Jawa Tengah telah bekerjasama MY Indo Airlines dengan menggandeng PT Delta Aero Support. Melalui kerjasama tersebut, biaya pengiriman barang mendapat promo selama satu bulan yakni 3.300/kg. (dna/IDA)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -