RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemprov Jateng terus berupaya menggali potensi di sektor kelautan dan perikanan. Hal itu demi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, kualitas sumberdaya manusia, serta perbaikan gizi masyarakat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, Lalu M Syafriadi menjelaskan bahwa Hal itu sesuai rencana pembangunan jangka panjang Jateng dengan memperhatikan RPJMP 2015-2019, serta proyek stategis nasional.

 

“Dalam upaya mendukung rencana pembangunan 2019 tersebut, kami memprioritaskan proyek strategis nasional, penanggulangan kemiskinan dan memfokuskan pada peningkatan wirausaha mandiri di tingkat kabupaten/kota,” bebernya, Senin (7/5).

 

Selain itu, peningkatan kuantitas dan kualitas produk perikanan, peningkatan kompetensi dan keterampilan, serta pendampingan terhadap nelayan dalam budidaya, kemasan, serta nilai tambah produk perikanan.

 

Sedangkan Sekda Jateng, Sri Puryono menambahkan pemerintah harus terus menghadirkan pembangunan pada sektor kelautan dan perikanan yang berpihak pada masyarakat. Tentunya, dengan membuat varian program inovatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan. “Potensi kelautan dan perikanan yang besar di Jawa Tengah, harus bisa digarap dengan baik serta menjadi faktor utama dalam menyejahterakan rakyat Jawa Tengah,” ujarnya.

 

Disebutkan, Jateng punya 33 buah pulau-pulau kecil, yang tersebar di Laut Jawa sebanyak 32, serta satu pulau di Samudera Hindia, yaitu Pulau Nusakambangan. Jateng juga mempunyai 331 desa pesisir di Pantai Utara dan 95 desa pesisir di Pantai Selatan, dengan jumlah nelayan sebanyak 172.214 orang, petanam garam 15.445 orang, dan UMKM pengolah hasil perikanan 8.761 unit.

 

“Tidak bisa dipungkiri lagi, bidang kelautan dan perikanan mempunyai potensi yang luar biasa untuk terus maju, berkembang dan menjadi sektor penopang perekonomian masyarakat Jawa Tengah,” imbuh Sekda.

Untuk itu, pihaknya terus menggarap sektor kelautan dan perikanan. Mulai dari kartu BBM untuk nelayan, pemberian bantuan alat tangkap ikan, pendampingan koperasi nelayan, UMKM, pembudidaya perikanan, bantuan bibit ikan hingga pembangunan TPI.

 

Pemprov Jateng juga berupaya membangun pabrik garam modern yang berkualitas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani garam, serta dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap garam impor. Tidak hanya itu, kekayaan sumber daya alam laut dan kawasan pesisir Jateng dengan keindahan dan keasliannya juga menjadi sektor yang berpotensi memberikan peningkatan ekonomi masyarakat untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata.

 

Karenanya, Sri Puryono mengatakan, pemprov terus membangun infrastruktur dalam memberikan daya dukung terhadap sektor pariwisata ini. Seperti pembangunan pelabuhan, pemenuhan kebutuhan listrik, penyediaan angkutan kapal sebagai sarana transportasi wisatawan. “Yang terpenting gencar melakukan promosi pariwisata agar wisatawan lokal maupun asing tertarik untuk berkunjung menikmati keindahan wisata bahari di Jateng,” tandasnya. (amh/ida)