GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Teka – teki mengenai penemuan mayat di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Mayat tersebut ternyata korban penganiayaan dan perampasan mobil oleh Fredy Susanto, 23, warga Dusun III RT 10 RW 03, Kelurahan Karya Mukti, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pelaku diringkus petugas Polres Salatiga saat bersembunyi di rumah kekasihnya.

Kapolres Salatiga, AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, tersangka merampas mobil rental yang disewa berdua dengan korban (temannya sendiri) bernama Subhan Gurfroni, 25, warga Dusun Penggalang, Kelurahan Adipala, Kabupaten Cilacap. Keduanya lantas menyewa mobil Honda Mobilio warna putih dari Cilacap menuju Jogjakarta. Sejak awal, pelaku sebenarnya sudah ingin menguasai mobil tersebut.

“Di Jogjakarta, korban yang saat itu sedang turun ditinggal pergi dengan mobil rental itu. Namun korban yang mengetahui, kemudian menyewa ojek dan berhasil mengejarnya. Setelah itu, keduanya cekcok dan korban yang tidak bisa menyetir minta diantar pulang,” terang Yimmy.

Hingga akhirnya keduanya berkeliling, dan ketika sampai Jalan Lingkar Salatiga sekitar pukul 02.00 dinihari, korban dianiaya oleh pelaku. Fredy menganiaya korban dan membuang ke pinggir jalan lantas meninggalkannya.

Korban kemudian merangkak ke jalan raya yang gelap gulita bermaksud meminta bantuan. Saat itu, ada dua mobil, yakni minibus dan truk melintas hampir bersamaan. Minibus ini berhasil menghindari korban, namun truk bernopol R 1455 RD tidak bisa menghindar, dan langsung menabraknya. Korban diduga tewas seketika, namun pengemudi truk setelah turun meminggirkan korban kira – kira sejauh 10 meter dari titik kecelakaan dan kemudian kabur.

Apesnya, tanpa diketahui, salah satu pelat nomor truk lepas dan inilah yang menjadi titik penyelidikan polisi. Hingga akhirnya diketahui kronologis pasti dari penemuan mayat penuh luka di JLS tersebut. (sas/bas)