Aktif Organisasi dan Nyambi Bekerja, Kerap Pulang Malam

Okky Andaniswari, Wisudawati Terbaik Untag Semarang

553
TERBAIK: Okky Andaniswari (dua dari kanan) bersama tiga temannya saat wisuda Untag Semarang di Masjid Agung Jawa Tengah. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERBAIK: Okky Andaniswari (dua dari kanan) bersama tiga temannya saat wisuda Untag Semarang di Masjid Agung Jawa Tengah. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Okky Andaniswari dinobatkan sebagai wisudawati terbaik 1 Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang. Ia berhasil membuktikan diri bahwa aktif di organisasi dan nyambi bekerja di sela kuliah tak jadi halangan untuk berprestasi.

JOKO SUSANTO

PROSESI wisuda Untag Semarang ke-77 kemarin, Okky Andaniswari menjadi wisudawati terbaik 1 dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) nyaris sempurna, 3,95. Ia menyelesaikan kuliah Fakultas Hukum selama 3 tahun 6 bulan.

Okky sendiri selama ini dikenal sebagai gadis mandiri. Ia memiliki segudang kesibukan, mulai aktif berorganisasi hingga bekerja di sela waktu kuliah. Ia nyambi bekerja untuk meringankan beban kedua orangtuanya. Bahkan, hasil keringatnya mampu untuk membiayai kuliahnya tanpa bergantung pada orangtua.

“Ayah saya bekas karyawan BPR, sedangkan ibu pedagang kelontong. Selain saya, orangtua masih membiayai 4 saudara saya yang lain,” ujar putri ketiga dari lima bersaudara pasangan Bambang Suhartoyo dan Suranti ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Karena itu, begitu diterima kuliah di Untag, ia memutuskan untuk bekerja. Okky pernah bekerja sebagai front office di Royalfeet, kemudian menjadi marketing Bank Sinar Mas dan finansial consultan PT Nine Stars Futures. Selanjutnya, Okky bekerja sebagai Pramusaji Mr Pancakes. Ia juga pernah menjadi penjaga loket mainan di Kebun Binatang Mangkang Semarang.

Gadis yang kerap menjadi MC ini, juga sering mendapat job membantu bagian registrasi saat ada acara bintek di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untag. Saat ini, ia aktif jualan tas dan baju khusus cewek di online shop “Kisshop_Smg”, serta sebagai admin Nutricia Semarang.

Alumnus SD Islam Sultan Agung 4 Semarang ini mengaku tidak menyukai kuliah hanya monoton, yakni kuliah, pulang, dan belajar. Karena itu, Okky aktif di sejumlah organisasi. Di antaranya, menjadi Ketua Karang Taruna Kelurahan Kaligawe, Ketua Kartini Karang Taruna Kota Semarang, dan Sekretaris Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang. Ia juga pernah menjabat Wakil Ketua Sahabat Komisi Yudisial (SKY) Jateng periode 2015-2017, dan Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Untag Semarang.

“Mulai aktif di organisasi sekitar 2014 sampai sekarang. Kali pertama aktif di Karang Taruna Kelurahan Kaligawe,”kenang alumnus  SMA Negeri 11 Semarang ini.

Sebelum masuk Untag Semarang, Okky bermimpi bisa kuliah di  Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ataupun Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). Namun saat mengikuti tes di kedua kampus tersebut, ia mengalami kegagalan di tes akhir. Akhirnya, ia memutuskan kuliah di Untag Semarang.

“Awalnya saya memang nggak punya niat kuliah setelah gagal tes di STAN dan STPN. Saya kuliah di Untag hanya sebagai pengisi waktu saja. Tapi,  setelah masuk semester 3, saya mulai nyaman sampai sekarang. Saya berpikir rezeki sudah ada yang ngatur,”kenangnya.

Alumnus SMP Negeri 4 Semarang ini mengaku, karena aktif di organisasi dan nyambi bekerja, ia kerap pulang sampai larut malam. Hal itu sempat menjadi cibiran para tetangganya. Sebab, kebanyakan orang memandang kurang baik jika ada cewek yang pulang larut malam,  bahkan orangtuanya pernah ditegur oleh tetangganya. Sebab, ada yang mengira dirinya pulang malam karena dugem. Padahal ia sibuk bekerja dan mengikuti organisasi.

“Biasanya pulang paling cepet jam 21.00, malah seringnya jam 24.00, tapi aku bersyukur sekarang mampu membuktikan kepada semuanya,” ujar pemilik akun Instagram dan Line @Okky Adaniswari ini.

Untuk meraih prestasi itu, Okky memiliki tips khusus yang bisa dicontoh oleh mahasiswa lain. Yakni, harus cekatan, pintar membagi waktu, serta jangan pernah lalai dan meremehkan hal-hal kecil. Kemudian yang paling utama, tetap berserah diri pada Tuhan melalui ibadah.

“Jangan pernah putus asa ketika dicibir. Yang tahu kamu ya kamu sendiri.  Yang bisa nyaman ya kamu sendiri. Jadi, terus berbuat baik, tapi tetap jangan cuekin mereka.  Tapi, jadikan cibiran mereka sebagai motivasi diri,”bebernya. (*/aro)