Waspadai Investasi Bodong

264
Ilustrasi: JawaPos.com
Ilustrasi: JawaPos.com

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN– Jangan tergiur dengan investasi yang menawarkan keuntungan berlipat. Bisa jadi itu investasi bodong alias fiktif.

“Di zaman sekarang kita harus memilih bisnis dan investasi yang realistis, jangan mudah tergiur investasi yang menjanjikan keuntungan berlipat. Enak di awal, tiba-tiba blong di akhir,” ujar Wali Kota Pekalongan H Saelany Machfudz di sela seminar bertema “Optimalisasi Pengawasan Industri Jasa Keuangan” di Hotel Horison, Kota Pekalongan, belum lama ini.

Wali kota mengatakan, korban investasi bodong, tak hanya warga yang berpendidikan rendah, tapi juga yang berpendidikan tinggi, termasuk aparat, bahkan pejabat. “Saya bersyukur warga Pekalongan sedikit yang kena investasi bodong. Meski ada, tapi tidak banyak. Ada beberapa yang kena, namun masih bisa teratasi dan juga sudah dilakukan tindakan hukum,” paparnya.

Dalam seminar itu, mendatangkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Tegal, Ludi Arianto.

Ludi Arianto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan pengaturan sektor jasa keuangan di Indonesia. OJK juga memperhatikan aspek-aspek kebutuhan pembiayaan dan sektor prioritas lainnya.

“OJK akan fokus melaksanakan pengawasan industri jasa keuangan secara terpadu untuk perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non bank melalui optimalisasi peran teknologi dalam proses pengawasan dengan menerapkan standar internasional yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia,” katanya.

Agar bisa terhindar dari investasi bodong, ia berpesan agar masyarakat lebih teliti memahami produk investasi dan kenali badan hukum perusahaan yang menyalurkan produk investasi tersebut.

“Kalau masih ragu, bisa juga menghubungi OJK untuk menanyakan apakah lembaga yang menawarkan investasi tersebut aman atau tidak, legal atau ilegal?” ujarnya. (han/aro)