Relokasi Pedagang Pasar Kobong Jangan Dipaksakan

398
SERAP ASPIRASI:  Anggota Komisi E DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto saat mengunjungi Pasar Kobong Semarang. (MIFTAHUL A’LA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERAP ASPIRASI:  Anggota Komisi E DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto saat mengunjungi Pasar Kobong Semarang. (MIFTAHUL A’LA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemkot Semarang diminta untuk berhati-hati dalam relokasi pedagang Pasar Rejomulyo Lama (Pasar Kobong) ke Pasar Rejomulyo Baru Semarang. Sebab, jika tak diantisipasi justru akan memicu tumbuhnya angka kemiskinan di Jateng. Apalagi, beberapa pedagang sudah mengeluh adanya penurunan omzet penjualan yang signifikan.

Ketua Paguyuban Pedagang Ikan Basah dan Pindang (PIPB) Pasar Kobong, Pranowo, mengatakan, merosotnya omzet saat ini disebabkan turunnya jumlah transaksi pedagang dari luar kota. Seperti Solo, Magelang dan Jogjakarta. Alasannya, mereka ada yang tak datang ke pasar, karena takut tak ada stok barang dan merugi.

“Ontran-ontran relokasi membuat banyak pedagang resah, dan pasokan juga tak seperti biasanya,” keluhnya saat  dikunjungi anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto, kemarin.

Ia menambahkan, jika relokasi dipaksakan jelas akan menurunkan omzet penjualan. Sebab, Pasar Rejomulyo Baru lahan parkir untuk proses bongkar muat ikan sempit. Padahal dalam semalam, di Pasar Kobong, setidaknya ada 250 transaksi yang membutuhkan proses cepat. Ia meminta Pemkot Semarang bisa menerima masukan agar pedagang tak dirugikan. “Relokasi tidak masalah asalkan lokasi baru bisa menunjang proses jual beli dengan maksimal. Jika seperti sekarang, pedagang yang dirugikan,” tambahnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto, meminta pemkot berhati-hati dalam melakukan relokasi pedagang. Jika memang kondisi Pasar Rejomulyo Baru belum sesuai, maka mestinya jangan dipaksakan. “Pemkot harus duduk bersama dengan pedagang, dan mau menerima masukan. Jika tidak, kasihan pedagang, akan banyak yang rugi,” katanya.

Ia mengaku, mendapatkan berbagai masukan dan keluhan dari masyarakat. Jika melihat kondisi di lapangan, ia meminta agar relokasi ditunda untuk sementara waktu.  Sebab, jika dipaksakan relokasi, sementara lokasi baru belum sesuai, bisa menurunkan omzet dan memicu pengangguran serta kemiskinan baru.

“Tempat dan fasilitas harus dilengkapi agar tidak mempengaruhi penjualan pedagang. Apalagi mereka hanya mengandalkan dari hasil itu untuk menafkahi keluarganya,” ujarnya. (fth/aro)