WISUDA MAHASISWA : Rektor Untag Dr Suparno ketika melakukan wisuda mahasiswa Untag di MAJT, Sabtu (5/5) kemarin. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISUDA MAHASISWA : Rektor Untag Dr Suparno ketika melakukan wisuda mahasiswa Untag di MAJT, Sabtu (5/5) kemarin. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Kini, dikotomi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sudah tidak ada. Pasalnya, kualitas dan kompetensi Perguruan Tinggi (PT) ditentukan oleh akreditasi institusi dan program studi. Dan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang merupakan perguruan tinggi yang telah memenuhi syarat tersebut, sehingga memiliki daya saing tinggi.

Hal tersebut disampaikan Rektor Untag, Dr Suparno, saat melepas 998 wisudawan ke-77 Untag periode 1 tahun akademik 2017/2018 progam S1, S2 dan Diploma, di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Sabtu (5/5) kemarin.

Lebih lanjut, kata Suparno, wisuda mahasiswa Untag merupakan karya nyata dan sumbangan kepada bangsa dan Negara dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional. “Karena itu, lulusan Untag harus memiliki daya saing kuat, di antaranya harus memiliki etos kerja, integritas, komitmen dan kebersamaan. Ini penting agar lulusan Untag dapat meningkatkan kinerja dan karier,” imbuhnya.

Dikatakan, sarjana merupakan gerbang awal menghadapi tantangan global. Untuk mendukung kemampuan diri, maka lulusan Untag harus cerdas, trampil, dan produktif. “Ayo kita semua berlomba, karena persaingan lulusan perguruan tinggi sangat ketat,” tegasnya.

Sementara itu, dari 998 lulusan terdiri atas lulusan magister 560 orang, Fakultas Hukum 228 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 141 orang, FISIP 19 orang dan Fakultas Bahasa dan Budaya 50 orang. Wisudawan-wisudawati terbaik diraih Okky Andaniswari program Studi Ilmu Hukum dengan IPK 3,95, Safri Abidin Noor Haq dari Program Studi Magister Ilmu Hukum dengam IPK 3,79, Rochmini dari Program Studi Magister Kenotariatan dengan IPK 3,78, Dyah Mustikowati dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara dengan IPK 3,79, Siti Alif Lailatul Mufidah dari Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis dengan IPK 3,72, Linna Aliana dari Program Studi Magister Ilmu Administrasi dengan IPK 3,80, dan Tri Handayani dari Program Studi Manajemen dengan IPK 3,86.

Kemudian Lisa Erfiyunita dari Program Akutansi dengan IPK 3,81, Singgi Setiawan dari Program Studi Magister Manajemen dengan IPK 3,93, Kartika Widyasari dari Program Studi Teknik Sipil dengan IPK 3,20, Surya Ningrum dari Program Studi Teknik Kimia dengan IPK 3,24, Fahmi dari Program Studi Teknik Arsitektur dengan IPK 3,24, Belia Rospitasari dari Program Studi Sastra Inggris dengan IPK 3,89, dan Erwan Susanto dari Program Diploma 3 Program Studi Bahasa Inggris dengan IPK 3,72. (hid/sct/ida)