Kenalkan Perawatan Kanker Metode Paliatif

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jumlah pengidap kanker di dunia setiap tahun diperkirakan bertambah 7 juta orang. Dua pertiga di antaranya berada di negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia. Praktis, kanker menjadi masalah kesehatan yang harus diwaspadai. Tercatat, setiap tahun terdapat 100 kasus baru per 100.000 penduduk. Ini berarti dari kurang lebih 240 juta penduduk Indonesia, ada 240.000 pengidap kanker baru setiap tahunnya. Hal itu berdasarkan data World Health Organization (WHO).

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Jawa Tengah, persentase kanker di Jawa Tengah mencapai 2,1 per-mil dengan estimasi jumlah penderita 68.638 pasien. Atas kondisi itu, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Semarang memperkenalkan program perawatan pasien kanker menggunakan metode Paliatif.

“Pelatihan perawatan Paliatif pasien kanker penting untuk terus dilakukan bagi tenaga kesehatan dan tenaga pelaku rawat, termasuk masyarakat. Namun juga bagi keluarga pasien yang secara langsung berhadapan dengan penyakit tersebut,” kata Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof Dr dr Aru Sudoyo, usai mengisi pelatihan perawatan Paliatif Pasien Kanker di RSUP dr Kariadi Semarang, Minggu (6/5).

Dikatakanya, hampir sebagian penyakit kanker ditemukan pada stadium lanjut. Sehingga angka kesembuhan dan angka harapan hidup pasien kanker belum seperti diharapkan. “Meski tata laksana kanker telah berkembang pesat. Pasien dengan kondisi tersebut mengalami penderitaan yang memerlukan pendekatan secara terintegrasi,” katanya.

Penanggung Jawab Program Paliatif Dr Siti Annisa Nuhonni SpKFR(K), mengatakan, proses yang terjadi tidak sekadar mengobati saja. Sebab, dampak pasien yang menderita kanker meliputi lahir-batin serta lingkungan. “Maka ini tidak bisa dilakukan penanganannya dilakukan satu institusi kesehatan saja. Tetapi juga mulai dari lingkup keluarga. Maka kami memerkenalkan program merawat pasien kanker di rumah. Terutama pasien yang telah memasuki fase akhir,” ujarnya. (amu/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -